BANDA ACEH — Pedagang di Pasar Al-Mahirah menyesuaikan harga jual ayam menyusul ketimpangan antara jumlah pasokan dan kebutuhan pembeli. Seorang pedagang, Rahmad, mengatakan harga saat ini berada di level Rp75 ribu per ekor, naik dari posisi sebelumnya yang bertahan di Rp70 ribu.
“Harga ayam lagi naik, tapi tidak naik drastis, dari Rp70 ribu jadi Rp75 ribu per ekor,” ujar Rahmad, Selasa (8/9/2026).
Pasokan Menyusut, Permintaan Justru Meningkat
Rahmad menjelaskan, kenaikan ini terjadi karena jumlah ayam yang tersedia di pasar tidak sebanding dengan kebutuhan pembeli. Para pedagang terpaksa mengikuti kondisi di lapangan agar tidak mengalami kerugian.
“Kita ayam ini pasokannya kurang, tapi permintaan naik. Permintaan meningkat, tapi masukannya kurang,” katanya.
Tingginya minat masyarakat untuk membeli menjadi faktor pendorong perubahan harga. Meski begitu, kenaikan yang terjadi dinilai masih dalam batas wajar dan belum menunjukkan tanda-tanda lonjakan signifikan.
Proyeksi Harga Ayam ke Depan
Rahmad memperkirakan pergerakan harga ayam dalam waktu dekat masih akan sangat bergantung pada dua hal: jumlah pasokan yang masuk ke pasar dan tingkat permintaan masyarakat. Jika pasokan tidak kunjung pulih, bukan tidak mungkin harga akan kembali menyesuaikan.
Belum ada keterangan resmi dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Banda Aceh mengenai langkah stabilisasi harga menyusul kondisi ini. Pedagang berharap pasokan dari peternak segera normal agar harga bisa kembali ke level sebelumnya.