ACEH — Dokumenter ini disutradarai oleh Nathan Fielder dan Lance Oppenheim. Keduanya dikenal lewat pendekatan naratif yang tidak konvensional, dan proyek ini disebut-sebut sebagai karya yang berbeda dari dokumenter Holmes sebelumnya.
Diproduksi Diam-Diam Selama Empat Tahun
Fielder dan Oppenheim mengerjakan film ini secara rahasia selama empat tahun terakhir. Mereka mendapat akses langsung ke rekaman Holmes dan pasangan romantisnya.
Yang membuat proyek ini luar biasa: Holmes dan pasangannya mengundang kedua sutradara untuk tinggal bersama mereka dan merekam kehidupan sehari-hari. Semua itu terjadi 34 hari sebelum Holmes masuk penjara. Pasangan tersebut secara terbuka menyatakan Holmes tidak bersalah.
Pendekatan Sinematik yang Mengejutkan
Dalam pernyataan resminya, pihak festival menggambarkan film ini sebagai potret hubungan yang memukau sekaligus menggugat gagasan objektivitas dalam dokumenter. Mereka menyebutnya sebagai pertunjukan high-wire yang penuh refleksi diri, sering kali lucu, dan terus berubah bentuk.
"Is this all an elaborate ruse? Or is something even stranger afoot?" tulis pihak festival dalam deskripsi resminya. "Fielder dan Oppenheim menciptakan potret hubungan yang memukau, meruntuhkan gagasan objektivitas dalam dokumenter sekaligus menginterogasi batas-batas fiksi."
Film ini akan didistribusikan oleh A24. Deadline dalam ulasannya menyebut karya ini berbeda dari dokumenter Holmes yang sudah banyak beredar.
Elizabeth Holmes dan Bayang-Bayang Theranos
Holmes adalah pendiri startup bioteknologi Theranos. Ia mengklaim telah menciptakan perangkat skrining darah ajaib yang bisa mendeteksi berbagai penyakit hanya dari setetes darah. Klaim itu terbukti palsu, dan Holmes divonis bersalah atas penipuan.
Kasusnya telah melahirkan berbagai dokumenter, dramatisasi, dan eksposé. Namun, You Can See Everything menawarkan sudut pandang yang belum pernah dilihat publik: rekaman intim dari dalam rumah Holmes sendiri menjelang masa hukumannya.
Jadwal Pemutaran di NYFF
New York Film Festival tahun ini berlangsung dari 25 September hingga 12 Oktober 2025. You Can See Everything masuk sebagai tambahan terakhir di seksi Spotlight, yang biasanya menampilkan karya-karya dengan profil tinggi dari sutradara ternama.
Bagi industri film Indonesia, kehadiran dokumenter ini di NYFF menegaskan tren dokumenter true crime dan karakter kontroversial yang terus menarik perhatian festival internasional. A24 sebagai distributor juga semakin memperkuat posisinya sebagai rumah produksi yang berani mengambil risiko naratif.