Pencarian

BI Aceh Bedah Buku "Moneyfesting" di Balee Meuseuraya, 500 Peserta Belajar Kelola Harta Secara Syariah

Sabtu, 24 Oktober 2026 • 14:31:01 WIB
BI Aceh Bedah Buku
Penulis Dewi R.D. Amelia menjadi narasumber utama dalam bedah buku "Moneyfesting" yang digelar KPwBI Aceh di Balee Meuseuraya.

BANDA ACEH — Bedah buku yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Aceh menghadirkan penulis Dewi R.D. Amelia, yang dikenal sebagai perencana keuangan syariah, sebagai narasumber utama. Diskusi dipandu akademisi ekonomi syariah Ledy Br Ginting dan diramaikan kuis untuk mengukur pemahaman peserta terhadap materi.

Peserta yang hadir terdiri dari mahasiswa, akademisi, hingga komunitas literasi. Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan KPwBI Aceh melalui Perpustakaan Bank Indonesia Aceh.

Aceh Pemegang Indeks Literasi Keuangan Syariah Tertinggi Nasional

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh Hertha Bastiawan menyebut Aceh punya modal kuat di sektor keuangan syariah. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 mencatat Aceh sebagai provinsi dengan indeks literasi keuangan syariah tertinggi di Indonesia.

"Pemahaman yang baik ini perlu terus kita jaga dan wujudkan dalam kebiasaan sehari-hari, mulai dari cara kita mencari nafkah, berbelanja, menabung, hingga berbagi. Lewat buku dan diskusi yang santai, kami ingin ekonomi syariah terasa lebih dekat bagi masyarakat," ujar Hertha dalam keterangannya, Sabtu (24/10).

Berawal dari Pengalaman Generasi Sandwich

Buku Moneyfesting lahir dari pengalaman pribadi Dewi R.D. Amelia sebagai generasi sandwich yang ikut menanggung kebutuhan keluarga. Perjalanan "dari minus menuju makna" itu ia tuangkan agar pembaca bisa membangun pola pikir keuangan sehat dan mengelola harta sesuai prinsip syariah.

Menurut Dewi, Moneyfesting bukan sekadar bermimpi tanpa berbuat apa-apa. Cita-cita keuangan diraih lewat niat baik, keyakinan, doa, dan ikhtiar.

"Ngatur uang itu bisa jadi ibadah," ujarnya.

Tiga Prinsip Islam dalam Memandang Harta

Dewi mengajak peserta memandang harta lewat tiga prinsip. Halal menyangkut cara harta diperoleh. Amanah menyangkut cara harta dikelola dan dipertanggungjawabkan. Barakah menyangkut cara harta digunakan untuk kebaikan dan tidak menjauhkan dari tujuan akhirat.

Untuk memulai, ia membagikan empat langkah sederhana:

  • Jaga arus kas tetap positif, artinya pengeluaran tidak melebihi pemasukan.
  • Susun anggaran berurutan: dahulukan yang wajib seperti zakat, cicilan, dan biaya sekolah anak, lalu kebutuhan pokok, baru keinginan.
  • Lunasi utang konsumtif, karena berutang berarti memakai penghasilan masa depan.
  • Menabung dan berinvestasi secara konsisten sebagai bagian dari ikhtiar.

"Memulai dari titik minus atau nol itu tak apa. Kita akan belajar banyak hal dalam perjalanannya," pesan Dewi kepada peserta.

Booth Interaktif di Meuseraya Festival hingga 25 Oktober

Selain bedah buku, Perpustakaan Bank Indonesia Aceh membuka booth interaktif selama Meuseraya Festival berlangsung 22 sampai 25 Oktober 2026 di Balee Meuseuraya Aceh. Pengunjung bisa menambah pengetahuan sambil mencoba berbagai permainan menarik di booth tersebut.

Bank Indonesia berharap masyarakat, khususnya generasi muda Aceh, semakin bijak mengambil keputusan keuangan dan menerapkan nilai syariah dalam kehidupan sehari-hari. KPwBI Aceh akan terus menghadirkan kegiatan literasi kreatif sejalan dengan upaya memperkuat Aceh sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah.

Informasi terkini soal bauran kebijakan dan program KPwBI Provinsi Aceh bisa dipantau melalui akun Instagram resmi @bank_indonesia_aceh.

Follow redaksiaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sudutberita.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks