BLANGKEJEREN — Peresmian berlangsung di lingkungan SDIT Bunayya Gayo Lues dengan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Gayo Lues Salid, Ketua Yayasan Nurhayati Sahali, Pimpinan Pesantren Bunayya Tgk. Ahmad Zaini, para kepala sekolah di lingkungan Bunayya, serta orang tua siswa peserta Bilingual Class. Rombongan Bupati disambut pengalungan bunga sebelum prosesi pengguntingan pita.
Apa Saja Isi Tiga Program Unggulan Bunayya
Bilingual Class dirancang membiasakan siswa memakai bahasa Inggris, baik dalam pembelajaran maupun komunikasi sehari-hari. Takhassus Class berfokus pada pembelajaran dan pendalaman Alquran. Adapun Digital Class dikembangkan dengan metode pembelajaran berbasis teknologi.
Usai peresmian, Suhaidi meninjau ruang belajar ketiga program secara berurutan, mulai dari Bilingual Class, Takhassus Class, hingga Kelas Digital. Di kesempatan itu, siswa Bilingual Class memperagakan eksperimen sebagai gambaran metode pembelajaran yang diterapkan.
Alasan Pemerintah Daerah Dukung Penuh
Suhaidi menyebut inovasi pendidikan seperti di Bunayya dibutuhkan agar generasi Gayo Lues punya kemampuan sesuai tuntutan perkembangan zaman. Pemerintah kabupaten, katanya, akan mendukung program pendidikan di yayasan mana pun yang berkomitmen meningkatkan mutu.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, kami sangat mendukung program ini. Mudah-mudahan melalui berbagai program pendidikan tersebut, generasi kita ke depan menjadi generasi yang lebih baik," ujarnya.
Dukungan itu, menurut Suhaidi, tidak dibatasi pada satu lembaga. Seluruh pihak yang bergerak di peningkatan kualitas pendidikan di Gayo Lues akan mendapat perhatian yang sama.
Respons Orang Tua dan Target Dua Kelas Baru
Ketua Yayasan Nurhayati Sahali menyatakan Bilingual Class mendapat sambutan positif dari masyarakat Gayo Lues. Kemampuan berbahasa Inggris dinilai semakin dibutuhkan di berbagai bidang karena berstatus bahasa internasional.
Nurhayati berpesan kepada kepala sekolah dan koordinator program agar menjaga kepercayaan orang tua yang menitipkan anak-anak mereka. Komunikasi sekolah dengan orang tua juga perlu terus dibangun supaya perkembangan siswa bisa dipantau bersama.
Yayasan menargetkan pembukaan dua kelas Bilingual Class pada tahun ajaran berikutnya. Peningkatan kualitas tenaga pendidik menjadi perhatian utama untuk mewujudkannya.
"Untuk menjalankan amanah ini, tentu kami tidak bisa bekerja sendiri. Kualitas guru juga harus terus ditingkatkan. Karena itu, Bunayya berencana membangun kerja sama dengan sejumlah lembaga, termasuk Universitas Negeri Medan (Unimed)," ungkap Nurhayati.
Rangkaian peluncuran ditutup doa bersama dan sesi foto bersama Bupati, jajaran yayasan, tenaga pendidik, siswa, serta tamu undangan.