PIDIE — Wakil Bupati Pidie Al-Zaizi Umar menerima trofi ATM Award 2026 didampingi Asisten III Bidang Administrasi Umum Setdakab Pidie Jufrizal, Kepala Dinas Kesehatan dr. Muhammad Dwi Wijaya, dan Juru Bicara Bupati Andi Firdhaus Lancok. Penyerahan berlangsung di sela forum ADINKES yang dihadiri perwakilan dinas kesehatan daerah dari seluruh Indonesia.
Jubir Bupati Pidie Andi Firdhaus Lancok menyatakan penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan pemerintah pusat terhadap peran pemerintah daerah dalam agenda eliminasi tiga penyakit menular. Menurutnya, capaian itu tidak lepas dari kerja berkelanjutan lintas sektor di tingkat kabupaten.
Apa Dasar Penilaian ADINKES untuk Pidie
Penilaian ADINKES merujuk pada hasil rekapitulasi data program Resilient and Sustainable Systems for Health (RSSH). Program itu mendapat dukungan Global Fund untuk memperkuat sistem kesehatan sekaligus mendorong keberlanjutan upaya pengendalian ATM di daerah.
Berdasarkan rekapitulasi data RSSH dan kinerja daerah dalam mendukung program pencegahan serta pengendalian ATM, Pemkab Pidie masuk daftar kabupaten/kota yang berhak menerima award tersebut. Penilaian mencakup konsistensi pelaksanaan program, bukan hanya capaian angka semata.
Keterlibatan Dunia Usaha Jadi Bagian Strategi
Andi menjelaskan pengendalian penyakit menular tidak hanya bertumpu pada pemerintah dan fasilitas pelayanan kesehatan. Keterlibatan dunia usaha, lembaga sosial, serta mitra pembangunan disebut sebagai bagian dari strategi memperkuat keberlanjutan program ATM.
"Konsisten atas komitmen dan kinerja Pemkab Pidie dalam menjalankan program pencegahan serta pengendalian terhadap tiga penyakit menular AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (PP ATM) secara berkelanjutan," kata Andi kepada Portalnusa.com, Rabu, 4 November 2026.
Tiga Penyakit yang Masih Jadi Tantangan Kesehatan
AIDS, tuberkulosis, dan malaria masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Ketiganya masuk agenda eliminasi nasional yang pelaksanaannya bergantung pada kapasitas daerah, mulai dari penemuan kasus hingga pendampingan pasien.
Bagi Pidie, award ini menjadi penanda bahwa program PP ATM dijalankan secara berkelanjutan. Dinas Kesehatan setempat kini menghadapi tuntutan menjaga capaian tersebut di tengah keterbatasan anggaran daerah dan kebutuhan penguatan sistem kesehatan di tingkat puskesmas.