ACEH BESAR — Peristiwa pencurian ini terjadi sekitar pukul 17.30 WIB, saat angin muson bertiup kencang dan listrik padam. Istri Munawar yang berada di kedai mendengar suara mencurigakan dari luar, namun tak curiga karena lokasi kedai yang berada di tepi Jalan Medan–Banda Aceh memang selalu ramai.
Setelah Salat Magrib, lampu di rumah tetangga sudah menyala, namun kedai Munawar masih gelap. Saat itulah istri dan anak-anaknya memeriksa ke depan dan mendapati KWh meter sudah tidak ada di tempatnya. Awalnya mereka mengira meteran itu diterbangkan angin kencang, tetapi setelah dicari tidak ditemukan.
Modus Pencuri: Manfaatkan Angin Kencang dan Padam Listrik
Kejadian ini dinilai tidak lazim karena biasanya pemadaman listrik akibat cuaca buruk hanya membuat warga waspada terhadap angin dan hujan, bukan terhadap aksi pencurian. Namun, pelaku justru memanfaatkan momen tersebut untuk membongkar KWh meter milik PLN yang dipinjam pakai kepada Munawar.
“Saya tidak menyangka, KWh meter bisa digondol maling, ini tidak Aceh sekali,” ujar Munawar saat dihubungi media ini, Rabu (20/5).
Meski terkejut, Munawar menampik anggapan bahwa pencurian ini merupakan bentuk teror terhadap dirinya dan keluarga. “Kita jangan berprasangka terlalu jauh. Hal ini sudah kami laporkan kepada polisi, semoga pelaku bisa ditangkap, sehingga tidak terulang di tempat lain,” tegasnya.
Laporan ke Polisi dan PLN
Setelah mengetahui meteran hilang, Munawar langsung melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian melalui nomor 110 dan ke PLN melalui nomor 123. Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi lebih lanjut mengenai perkembangan penyelidikan.
Menurut catatan, kawasan Lambaro dan sekitarnya memang kerap menjadi sasaran pencurian. Sejumlah kejadian serupa pernah dilaporkan, seperti pencurian meteran air dan kabel gardu di Komplek Aceh Training Center (ATC) di sepanjang jalur kereta api.
Masyarakat Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan
Munawar mengingatkan agar masyarakat tetap waspada, terutama saat cuaca buruk yang kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan. Ia yakin bahwa para pencuri akan segera berhadapan dengan hukum.
“Saat ini masyarakat sudah sangat waspada, dan yakin bahwa para pencuri itu akan segera berhadapan dengan hukum,” pungkasnya.