LHOKSEUMAWE — Gelombang pasang laut yang rutin menerjang pesisir Aceh Utara dalam beberapa bulan terakhir kian mengkhawatirkan. Air laut tak hanya merendam pemukiman, tetapi juga mengikis daratan warga secara perlahan.
Gerakan Pemuda Ansor Aceh menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi ini. Mereka menilai dampak banjir rob dan abrasi sudah sangat parah dan membutuhkan respons cepat dari pemerintah.
Ratusan Hektare Lahan dan Rumah Terancam Hilang
Abrasi di Aceh Utara bukan fenomena baru. Namun, dalam setahun terakhir, kecepatan pengikisan daratan meningkat drastis. Rumah-rumah warga yang semula jauh dari garis pantai kini berada di ambang bibir laut.
Puluhan kepala keluarga di sejumlah gampong di Kecamatan Syamtalira Bayu dan sekitarnya sudah kehilangan tempat tinggal. Lahan pertanian dan tambak warga juga ikut tenggelam.
Apa yang Diminta Ansor ke Pemerintah?
Ketua PW GP Ansor Aceh, Reza Idola, mendesak pemerintah untuk tidak setengah-setengah menangani persoalan ini. Ia meminta pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR segera membangun infrastruktur pelindung pantai yang permanen.
“Kami sangat prihatin dengan kondisi warga di Aceh Utara. Pemerintah perlu memberi perhatian serius terhadap bencana banjir rob dan abrasi ini. Jangan sampai warga terus kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian,” kata Reza Idola dalam pernyataan resminya, pekan lalu.
Solusi Jangka Panjang yang Mendesak
Menurut Ansor, solusi sementara seperti karung pasir atau tanggul darurat tidak akan cukup. Mereka mendorong pembangunan tanggul laut atau pemecah gelombang yang dirancang untuk bertahan puluhan tahun ke depan.
Selain infrastruktur, Ansor juga meminta pemerintah daerah menyiapkan skema relokasi bagi warga yang rumahnya sudah tidak bisa lagi diselamatkan. “Kami siap menjadi mitra pemerintah dalam pendampingan warga terdampak,” tambah Reza.
Dampak Ekonomi Warga Pesisir
Banjir rob dan abrasi tidak hanya merusak rumah, tetapi juga menghancurkan sumber penghidupan. Tambak udang dan bandeng yang menjadi tumpuan ekonomi warga banyak yang rusak akibat tersapu ombak.
Sejumlah warga terpaksa beralih profesi menjadi buruh serabutan atau mencari nafkah di luar kampung. Kondisi ini dinilai Ansor akan memperburuk angka kemiskinan di Aceh Utara jika tidak segera diatasi.
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara sendiri sebelumnya telah mencatat puluhan kilometer garis pantai dalam kondisi kritis. Namun, keterbatasan anggaran daerah membuat penanganan abrasi belum maksimal.