Pencarian

Krueng Peuto Meluap Lagi, 400 Rumah Warga di Aceh Utara Terendam Banjir hingga 1 Meter

Senin, 25 Mei 2026 • 11:53:38 WIB
Krueng Peuto Meluap Lagi, 400 Rumah Warga di Aceh Utara Terendam Banjir hingga 1 Meter
Air Sungai Krueng Peuto meluap dan merendam 400 rumah di Aceh Utara hingga ketinggian satu meter.

LHOKSUKON — Air Sungai Peuto kembali meluap dan merendam pemukiman warga di tiga desa di Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Senin (25/5/2026). Banjir dengan ketinggian 80 sentimeter hingga satu meter ini menerjang Desa Krueng Lt, Kumbang Lt, dan Dayah Lt.

Total rumah yang terdampak mencapai 400 unit. Camat Lhoksukon, Kamaruddin KS, merinci Desa Krueng Lt mencatat 93 kepala keluarga (KK), Desa Kumbang sebanyak 210 KK, dan Dayah Lt sebanyak 97 KK.

"Kami terus memantau perkembangan banjir, sejauh ini belum ada pengungsian," ujar Kamaruddin saat dihubungi terpisah.

Warga: Hujan Sedikit Saja, Air Langsung Masuk Rumah

Muhammad, warga Desa Kumbang Lt, mengungkapkan bahwa ini merupakan banjir kedua yang terjadi di desanya sepanjang Mei 2026. Penyebabnya sederhana: desa mereka tidak lagi memiliki tanggul sungai.

"Hujan sedikit saja, air sungai penuh langsung meluap ke permukiman penduduk karena desa kami sudah tidak memiliki tanggul sungai," kata Muhammad.

Banjir memang hanya bertahan satu hingga dua hari. Namun, Muhammad menyebut lumpur yang ditinggalkan menjadi masalah besar bagi warga. "Repotnya membersihkan lumpur banjir luar biasa," keluhnya.

Akses Jalan Antar-Kecamatan Terputus

Luapan air juga mengganggu akses jalan yang menghubungkan Kecamatan Cot Girek dan Kecamatan Lhoksukon. Kendaraan roda dua dan empat kesulitan melintas di sejumlah titik genangan.

Warga mendesak pemerintah segera membangun kembali tanggul sungai yang hilang. Muhammad menegaskan, tanpa tanggul, banjir akan terus berulang setiap kali hujan turun.

Tanggul Masuk Rencana Rehabilitasi Pascabencana November 2025

Camat Kamaruddin menyebut usulan pembangunan tanggul sungai sudah masuk dalam rencana rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh Utara pascabencana November 2025 lalu. Namun, hingga banjir Senin kemarin, tanggul tersebut belum juga dibangun.

"Untuk tanggul sungai sudah diusulkan dalam rencana rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh Utara pascabencana November 2025 lalu," pungkas Kamaruddin.

Belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Aceh Utara mengenai jadwal pasti pembangunan tanggul tersebut. Warga berharap prosesnya tidak berlarut-larut mengingat banjir terus mengancam setiap musim hujan.

Bagikan
Sumber: regional.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks