Pencarian

Pemkot Banda Aceh Luncurkan Command Center 24 Jam Akhir Tahun Ini, 72 CCTV Terintegrasi untuk Respons Cepat Laporan Warga

Kamis, 18 Juni 2026 • 21:34:31 WIB
Pemkot Banda Aceh Luncurkan Command Center 24 Jam Akhir Tahun Ini, 72 CCTV Terintegrasi untuk Respons Cepat Laporan Warga
Pemkot Banda Aceh siapkan Command Center 24 jam dengan 72 CCTV terintegrasi untuk respons cepat warga.

BANDA ACEH — Pemerintah Kota Banda Aceh memastikan layanan pengawasan dan respons cepat terhadap persoalan warga akan berjalan non-stop melalui Command Center yang ditargetkan beroperasi pada akhir tahun 2026. Pusat kendali ini dirancang sebagai sistem terpadu yang memungkinkan pemantauan kondisi kota secara real-time dan memperpendek rantai koordinasi antarinstansi.

Asisten III Sekretariat Daerah Kota Banda Aceh, Muhammad Nurdin, mengatakan Command Center menjadi jawaban atas kebutuhan pelayanan publik yang cepat dan terukur. “Tujuannya agar pemerintah bisa memberikan pelayanan selama 24 jam dan hadir di tengah masyarakat ketika dibutuhkan,” kata Nurdin saat meninjau ruang Command Center, Kamis (18/6/2026).

72 Kamera CCTV Jadi Mata Pemerintah

Saat ini, sebanyak 72 kamera pengawas telah terpasang di berbagai kawasan strategis Banda Aceh. Sebanyak 30 unit di antaranya berada di kawasan Ulee Lheue yang dipasang sejak tahun lalu. Kamera juga terpasang di Jalan Diponegoro, kawasan Mall Pelayanan Publik, Jalan Kartini Peunayong, dan underpass Beurawe.

Tahun ini, pemerintah menambah delapan unit CCTV baru di kawasan belakang Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Banda Aceh, Muhammad Zubir, menyebut kawasan tersebut membutuhkan pengawasan lebih intensif. Jaringan kamera ini akan menjadi mata pemerintah yang menyala 24 jam sehari.

OPD Terkait Wajib Siaga di Pusat Kendali

Operasional Command Center tidak hanya mengandalkan teknologi. Sejumlah OPD teknis seperti Satpol PP dan Wilayatul Hisbah, Dinas Perhubungan, serta instansi terkait lainnya akan terhubung langsung dengan sistem pusat kendali. Masing-masing instansi wajib menempatkan petugas atau pejabat yang memiliki kewenangan mengambil tindakan sesuai bidang tugasnya.

“Jadi nanti ada kendali dan komando di Command Center. Setiap OPD yang terlibat akan menyiapkan petugas sehingga tindak lanjut terhadap kejadian di lapangan bisa dilakukan lebih cepat,” ujar Nurdin.

Dengan sistem ini, laporan masyarakat atau kejadian yang terpantau kamera tidak perlu lagi melalui proses koordinasi birokrasi yang panjang. Petugas di lapangan bisa langsung diarahkan dari pusat kendali dalam hitungan menit.

Pengembangan Bertahap, Target Jadi Pusat Layanan Kota

Meski akan diluncurkan tahun ini, Nurdin menegaskan bahwa pengembangan Command Center akan terus dilakukan secara bertahap. Pemerintah masih mematangkan penyediaan sarana pendukung, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), dan mekanisme koordinasi antarinstansi.

Ke depan, Command Center diharapkan tidak hanya menjadi pusat pengawasan keamanan dan ketertiban, tetapi juga pusat layanan yang mampu merespons berbagai persoalan perkotaan—dari kemacetan, banjir, hingga gangguan fasilitas umum—secara terintegrasi.

Bagikan
Sumber: masakini.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks