PIDIE — Antrean panjang membentang di kawasan Pidie Convention Center (PCC), Gampong Lampeudeu Baroh, pada Senin (13/7/2026). Warga datang sejak pagi untuk mendapatkan sembako dengan harga di bawah pasaran.
Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) Pidie menyubsidi harga beras, gula pasir, dan minyak goreng sebesar Rp4.000 per kilogram. Sementara telur ayam ras mendapat subsidi Rp8.000 per papan.
Jadwal Giliran 9 Kecamatan
Pasar murah tidak digelar serentak, melainkan bergilir. Kecamatan Pidie menjadi titik awal pada 12 Juli, disusul kawasan PCC pada 13 Juli. Selanjutnya, pasar berpindah ke Glumpang Baro (14 Juli), Mutiara Timur (15 Juli), Simpang Tiga (16 Juli), Muara Tiga (17 Juli), Peukan Baro (18 Juli), Grong-Grong (20 Juli), dan berakhir di Padang Tiji pada 21 Juli 2026.
Kepala Disperindagkop UKM Pidie, Cut Afrianidar, mengatakan program ini bertujuan membantu warga mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. “Program ini bertujuan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau,” ujarnya.
Anggaran dari APBK 2026
Seluruh biaya operasional dan subsidi pasar murah bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Pidie Tahun Anggaran 2026. Alokasi yang disiapkan mencapai sekitar Rp480 juta.
Pemerintah daerah memilih sistem bergilir agar distribusi bantuan merata dan tidak menumpuk di satu titik. Setiap kecamatan mendapat jatah satu hari pelaksanaan.
Warga yang datang membawa kantong belanja sendiri dan harus mengikuti antrean sesuai nomor urut. Petugas di lokasi membatasi jumlah pembelian per orang untuk memastikan semua kebagian.