ACEH — Dua sumur yang menjadi sumber tambahan produksi adalah Sumur Sejadi SJ-6 dan Sumur Sejadi SJ-4RD1. Sumur SJ-6 merupakan sumur bor baru (new drill well) dengan kedalaman total 11.266 ftMD, sementara SJ-4RD1 adalah sumur bor ulang (re-drill well) sedalam 9.112 ftMD. Keduanya menggunakan lintasan pengeboran S-type directional.
Hasil uji sumur (well testing) menunjukkan Sumur SJ-6 menghasilkan minyak bersih 942 BOPD. Sementara SJ-4RD1 mencatat produksi minyak 923 BOPD dan gas 0,853 MMSCFD. Total tambahan dari kedua sumur mencapai 1.865 BOPD.
Strategi di Balik Keberhasilan Pengeboran
Keberhasilan ini tidak lepas dari pendekatan teknis yang matang. PHKT menerapkan studi komprehensif dengan konsep pengembangan infill dan step out untuk mengoptimalkan potensi Lapangan Sejadi yang memiliki karakteristik bawah permukaan kompleks. Selain itu, perusahaan memperluas area platform melalui program deck extension untuk menunjang pengembangan fasilitas operasi secara berkelanjutan.
General Manager Zona 10, Darmapala, mengatakan pencapaian itu menjadi bukti keberhasilan pengelolaan aset dan pengembangan lapangan berkelanjutan. “Capaian ini semakin memperkuat keyakinan kami bahwa peluang pertumbuhan produksi masih terbuka melalui pengelolaan aset yang tepat dan pengembangan lapangan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Kolaborasi Lintas Tim dan Dukungan Regulator
Di balik tambahan produksi tersebut, terdapat kolaborasi kuat lintas fungsi. Tim subsurface mengidentifikasi potensi lapangan, tim drilling & well intervention mengeksekusi pengeboran hingga put on production, tim project memastikan kesiapan fasilitas, dan tim Kalimantan Field menjaga keandalan operasi.
Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi, Hariyanto Syafrie, mengapresiasi capaian ini. Menurutnya, keberhasilan pengeboran dan pengoperasian Sumur Sejadi SJ-6 dan SJ-4RD1 menunjukkan potensi peningkatan produksi masih bisa diwujudkan dengan teknologi tepat, pemahaman subsurface komprehensif, serta eksekusi operasi unggul. “Tambahan produksi ini memberikan kontribusi positif terhadap pencapaian target produksi minyak nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia,” kata Hariyanto.
Keberhasilan Lapangan Sejadi diharapkan menjadi contoh bagi pengembangan lapangan migas lainnya, khususnya dalam mengoptimalkan potensi lapangan eksisting. SKK Migas berkomitmen terus mendorong percepatan pengembangan lapangan melalui sinergi pemerintah, pemerintah daerah, kontraktor kontrak kerja sama (KKKS), dan seluruh pemangku kepentingan.