ACEH — Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia (SDM) unggul yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Pertamina, yang konsisten masuk jajaran Fortune Global 500, menilai kualitas tenaga kerja menjadi faktor pembeda daya saing bangsa.
SDM Unggul, Kunci Menangkan Kompetisi Global
Dalam sambutannya, Mochamad Iriawan yang akrab disapa Iwan Bule menekankan, keberhasilan perusahaan tidak hanya ditentukan oleh besarnya aset atau kecanggihan teknologi. “Tetapi oleh kualitas SDM yang unggul, adaptif, dan berdaya saing. Karena itu, investasi terbaik yang dapat dilakukan adalah investasi pada manusia,” ujarnya.
Menurut Iriawan, kolaborasi ini memiliki makna strategis, bahkan geopolitis. Di tengah perubahan lanskap energi dunia menuju ekonomi rendah karbon, bangsa yang mampu memenangkan kompetisi adalah bangsa yang memiliki SDM berkualitas dan terus meningkatkan kompetensinya.
Vokasi K3 Jadi Prioritas, Pertamina Perkuat Budaya Keselamatan
MoU dan PKS ini memfokuskan pada penguatan pelatihan vokasi di bidang K3. Iriawan menambahkan, pengembangan kompetensi dan budaya keselamatan kerja harus menjadi bagian tak terpisahkan dari transformasi perusahaan. “Penguatan kapasitas tenaga kerja menjadi kebutuhan mendesak mengingat peran Pertamina yang semakin besar dalam menjaga ketahanan energi nasional,” tegasnya.
Pertamina selama ini dikenal sebagai satu-satunya perusahaan Indonesia yang konsisten masuk dalam jajaran Fortune Global 500. Pencapaian itu, menurut Iriawan, tidak lepas dari kualitas SDM yang dimiliki.
Kerja sama dengan Kemnaker diharapkan dapat mempercepat peningkatan kompetensi tenaga kerja, khususnya di sektor energi. Langkah ini juga menjadi sinyal bahwa Pertamina serius dalam membangun SDM yang adaptif terhadap perubahan teknologi dan tuntutan industri.