BANDA ACEH — Penyaluran tahap pertama sudah dimulai untuk Pokdakan Nelayan Jaya Bersama di Kota Subulussalam. Kelompok tersebut menerima sebanyak 150 ribu bibit ikan nila yang diserahkan melalui Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Subulussalam, Anggi Syahputra.
“Alhamdulillah pada tahun 2026 ini sebanyak 3,7 juta bantuan bibit ikan untuk Pokdakan dapat disalurkan. Ini untuk peningkatan ekonomi saudara-saudara kita petani ikan,” kata Jamaluddin Idham, Selasa (30/6/2026).
Jenis Bibit Disesuaikan dengan Permintaan Pokdakan
Menurut Jamaluddin yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Aceh, jenis bibit yang diberikan pada tahun ini berbeda-beda. Pembedaan tersebut dilakukan berdasarkan kebutuhan dan permintaan masing-masing kelompok pembudidaya.
Bibit yang disalurkan mencakup tiga kategori: ikan air tawar, ikan payau, dan ikan laut. Langkah ini diambil agar bantuan tepat sasaran dan sesuai dengan potensi perairan di setiap daerah.
Daerah Mana Saja yang Sudah dan Akan Menerima?
Setelah Subulussalam, program bantuan akan diperluas ke sejumlah daerah lain. Beberapa kabupaten yang masuk dalam daftar penerima antara lain Aceh Selatan, Nagan Raya, Aceh Tenggara, Gayo Lues, dan Aceh Barat Daya.
Jamaluddin memastikan seluruh bantuan ini diberikan tanpa dipungut biaya sepeser pun. Bibit ikan bahkan akan diantarkan langsung hingga ke lokasi kelompok penerima.
“Tidak ada biaya apapun. Bagi kelompok pembudidaya ikan yang berminat mendapatkan bantuan pada penyaluran berikutnya dipersilakan mengajukan usulan untuk slot tahun 2027,” ujarnya.
Bagaimana Cara Pokdakan Mendaftar?
Kelompok pembudidaya ikan yang ingin mengajukan usulan bantuan untuk tahun depan bisa menghubungi tim Jamaluddin Idham melalui sejumlah kanal media sosial resmi. Informasi dan pendaftaran tersedia di akun Instagram @jamalidham, Facebook @jamaluddinidham, atau TikTok @jamaluddinidham.
Program ini diharapkan mampu membuka peluang peningkatan pendapatan bagi masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor perikanan. Selain itu, penguatan budidaya perikanan juga menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas pasokan ikan di pasar lokal Aceh.