BANDA ACEH — Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Daniel Abdul Wahab, menyerahkan langsung surat permohonan itu melalui Dewan Energi Nasional (DEN) di Jakarta, Senin (16/12). Surat diterima oleh Anggota Pemangku Kepentingan Bidang Industri DEN, Dr Sripeni Inten Cahyani.
Dalam surat tersebut, DPRK meminta standar keandalan dan sistem proteksi yang lebih tinggi untuk jaringan listrik di Banda Aceh.
Pemadaman di Luar Kota Berimbas ke Ibu Kota
Daniel menjelaskan bahwa sistem kelistrikan Banda Aceh saat ini masih sangat bergantung pada sistem interkoneksi regional Aceh. Akibatnya, ketika terjadi gangguan di subsistem wilayah lain, Banda Aceh ikut mengalami pemadaman total.
"Kita meminta kepada Kementerian ESDM agar ke depan jangan sampai gangguan kelistrikan di wilayah lain, Banda Aceh ikut mengalami pemadaman total. Ini sangat merugikan," ujar Daniel dalam keterangannya.
Ia menambahkan, sebagai ibu kota provinsi, Banda Aceh memiliki fungsi strategis sebagai pusat pemerintahan, layanan kesehatan rujukan regional, pusat pendidikan, dan pusat kegiatan ekonomi Aceh.
Gangguan Berulang Ancam Investasi dan Kepercayaan Publik
Pemadaman yang terus berulang, menurut Daniel, tidak hanya mengganggu operasional fasilitas vital seperti rumah sakit dan kantor pemerintahan, tetapi juga berpotensi menurunkan kepercayaan publik dan investor terhadap keandalan energi di daerah itu.
"Kita berharap dukungan Kementerian ESDM untuk penguatan sistem kelistrikan di Kota Banda Aceh dapat diwujudkan secara bertahap, sehingga investor mau menanamkan modalnya di Aceh," tegas Daniel.
DPRK Banda Aceh juga mendorong pembangunan pembangkit listrik siaga permanen di kota tersebut. Tujuannya, agar pasokan listrik tetap aman saat terjadi gangguan pada sistem interkoneksi.
DEN Segera Turun ke Aceh
Menanggapi surat tersebut, Dr Sripeni Inten Cahyani menyambut baik usulan DPRK. Ia menilai persoalan keandalan sistem kelistrikan di daerah strategis perlu dikaji secara komprehensif.
"Surat ini akan kami sampaikan kepada Menteri ESDM dan kepada para pemangku kepentingan lainnya," kata Sripeni.
Sebagai tindak lanjut, DEN berencana menjadwalkan kunjungan kerja ke Aceh untuk melihat langsung kondisi sistem kelistrikan, menghimpun data teknis, serta berdialog dengan pemangku kepentingan daerah sebelum menyusun rekomendasi kebijakan kepada pemerintah pusat.