BANDA ACEH — Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh mencatat penambahan satu kasus kematian setelah seorang jemaah asal Nagan Raya wafat di Makkah pada 1 Juli 2026. Korban terbaru adalah Rapasah Puteh (86), jemaah Kloter 9 yang mengembuskan napas terakhir di King Abdul Aziz Hospital, Makkah.
Penyebab Kematian: Septic Shock Hingga Gagal Ginjal Akut
Berdasarkan data medis yang dirilis PPIH, Rapasah Puteh meninggal akibat komplikasi multipel. Diagnosa mencakup septic shock, pneumonia, penyakit paru obstruktif kronis (COPD), gagal ginjal akut, dan gagal jantung kongestif (CHF).
Ketua PPIH Embarkasi Aceh, Arijal, menyebutkan mayoritas jemaah yang meninggal berasal dari kelompok lanjut usia dengan riwayat penyakit penyerta. "Data jamaah yang wafat terus kami perbarui. Seluruh proses penanganan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku, bekerja sama dengan petugas kesehatan dan otoritas Arab Saudi," kata Arijal.
Usia Termuda 60 Tahun, Tertua 92 Tahun
Dari total 20 jemaah yang wafat, rentang usia cukup lebar. Jemaah termuda yang meninggal berusia 60 tahun, sementara yang tertua mencapai 92 tahun. Penyebab kematian didominasi penyakit jantung, gangguan pernapasan, hingga komplikasi penyakit kronis.
Selain jemaah, seorang petugas kesehatan juga dilaporkan meninggal. Dedeng Trisulo, anggota Tim Kesehatan Haji (TKH), wafat di Madinah pada 17 Juni 2026 akibat serangan jantung akut.
Satu Jemaah Lansia Masih Dirawat di Madinah
Hingga saat ini, hanya tersisa satu jemaah asal Aceh yang masih menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi. Ia adalah Abdul Rahman (94), jemaah Kloter 13 asal Kabupaten Pidie Jaya.
Abdul Rahman saat ini dirawat di King Fahad Hospital, Madinah, karena mengalami hipoglikemia atau kadar gula darah rendah. Kondisinya terus dipantau oleh tim medis rumah sakit dan petugas kesehatan haji Indonesia yang bertugas di Arab Saudi.
Cuaca Ekstrem, Jemaah Diminta Jaga Kesehatan
Menghadapi kondisi cuaca di Tanah Suci yang masih cukup ekstrem, Arijal mengimbau seluruh jemaah yang masih berada di Arab Saudi maupun yang dalam proses pemulangan untuk menjaga kondisi kesehatan. "Konsumsi makanan dan cairan yang cukup, serta patuhi arahan petugas haji," imbaunya.
PPIH Embarkasi Aceh memastikan pemantauan kondisi jemaah terus dilakukan secara optimal hingga seluruh rangkaian pemulangan selesai. Layanan kesehatan bagi jemaah yang masih berada di Arab Saudi juga dipastikan berjalan maksimal.