Pencarian

PGE (PGEO) Beroperasi Sejak 2006, Punya 13 PLTP Tersebar di 3 Wilayah Indonesia

Sabtu, 04 Juli 2026 • 15:06:31 WIB
PGE (PGEO) Beroperasi Sejak 2006, Punya 13 PLTP Tersebar di 3 Wilayah Indonesia
PGE telah mengoperasikan 13 PLTP di empat wilayah Indonesia sejak 2006.

ACEH — PGE memulai perjalanannya pada 2006 sebagai anak usaha PT Pertamina (Persero) yang dibentuk untuk mengelola potensi 70 titik wilayah panas bumi Indonesia. Eksplorasi energi panas bumi sendiri sudah dirintis Pertamina sejak 1974. Setahun setelah berdiri, PGE langsung meresmikan PLTP Lahendong Unit II berkapasitas 20 MW di Sulawesi Utara.

Ekspansi PLTP dari Kamojang hingga Ulubelu

Pada 2008, PGE menambah satu unit PLTP di Kamojang, Jawa Barat, dengan kapasitas 60 MW. Di tahun yang sama, dua PLTP berkapasitas 2x5 MW diresmikan di kawasan Gunung Sibayak-Gunung Sinabung, Sumatera Utara, untuk memenuhi kebutuhan listrik provinsi tersebut.

Ekspansi berlanjut pada 2009 dan 2011 dengan penambahan PLTP Lahendong Unit III (20 MW) dan Unit IV (20 MW) di Sulawesi Utara. Pada 2012, PGE memperluas operasional ke Lampung dengan meresmikan PLTP Ulubelu Unit I dan II berkapasitas 2x55 MW.

PLTP Kamojang Unit V (35 MW) mulai beroperasi pada 2015, menyuplai listrik ke PT PLN (Persero). Setahun kemudian, PGE mengoperasikan PLTP Lahendong Unit V dan VI (2x20 MW) di Tompaso, serta satu unit tambahan PLTP Ulubelu Unit III (55 MW) di Lampung.

Struktur Pemegang Saham dan Kinerja Saham PGEO

Berdasarkan data per 3 Juli 2026, PT Pertamina Power Indonesia menguasai 28,57 miliar saham PGEO atau 68,18 persen. Posisi kedua ditempati Masdar Indonesia Solar Holdings RSC dengan 6,21 miliar saham (14,82 persen). Pertamina Dana Ventura memiliki 2,48 miliar saham (5,91 persen), dan Tanam Investasi Indonesia menggenggam 2,07 miliar saham (4,94 persen). Free float saham PGEO tercatat 11,06 persen.

Perdagangan Jumat (3/7/2026) menutup saham PGEO di level Rp875, stagnan dari hari sebelumnya. Dalam sepekan terakhir, saham PGEO menguat 2,94 persen di rentang Rp810 hingga Rp900. Namun, dalam enam bulan terakhir harga saham merosot 22,57 persen, bergerak dari level tertinggi Rp1.305 ke titik terendah Rp770.

Sepanjang tahun berjalan 2026, saham PGEO turun 22,22 persen. Dalam satu tahun terakhir, pelemahan mencapai 39,24 persen dengan harga tertinggi di Rp1.855 dan terendah di Rp770. Meski demikian, dalam tiga tahun terakhir sejak IPO, investasi di PGEO masih mencatat imbal hasil positif tipis sebesar 2,34 persen.

PGE kini mengelola 13 unit PLTP yang tersebar di empat wilayah operasional, menjadikannya salah satu pemain utama panas bumi di Indonesia. Dengan struktur pemegang saham yang didominasi Pertamina, perusahaan ini terus mengoptimalkan potensi energi hijau nasional.

Bagikan
Sumber: kabarbursa.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks