JAKARTA — Kabar duka menyelimuti organisasi wartawan tertua di Indonesia. PWI Pusat mengonfirmasi wafatnya H. Diapari Sibatangkayu, anggota Dewan Kehormatan (DK) yang dikenal sebagai sosok konsisten menjaga marwah profesi kewartawanan. Almarhum mengembuskan napas terakhir pukul 10.40 WIB di RS Polri, Jakarta.
Jenazah pria kelahiran Padang Sidempuan, 8 Mei 1963 itu, saat ini disemayamkan di rumah duka di Jalan Raya Condet 66 Awi Nomor 28, RT 015/RW 003, Jakarta Timur. Ratusan ucapan belasungkawa dari pengurus dan wartawan se-Indonesia langsung membanjiri grup WhatsApp PWI Pusat sejak pagi hari.
Dedikasi di Balik Penegakan Kode Etik Jurnalistik
Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam. Ia menilai Diapari adalah pilar penting organisasi, terutama dalam menjaga integritas profesi wartawan.
"Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. PWI sangat kehilangan. Almarhum adalah sosok wartawan senior yang memiliki dedikasi, loyalitas, dan integritas tinggi. Kontribusinya di Dewan Kehormatan Pusat menjadi pilar penting organisasi," ujar Akhmad Munir.
Organisatoris Ulung di Balik Verifikasi Internal PWI
Sekretaris Jenderal PWI Pusat, M. Selamet Susanto, menambahkan bahwa Diapari bukan hanya jurnalis senior. Ia juga seorang organisatoris ulung yang kerap terlibat aktif dalam tim verifikasi dan penjaringan internal organisasi, termasuk saat persiapan Kongres PWI.
"Beliau bukan hanya jurnalis senior, tetapi juga organisatoris ulung. Beliau kerap terlibat aktif dalam tim verifikasi dan penjaringan internal, termasuk saat Kongres PWI," kata Selamet.
Warisan Fondasi Etika dari DK PWI Jaya
Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat, Atal S. Depari, mengenang almarhum sebagai rekan kerja yang kritis dan berintegritas. Menurutnya, sebelum berkarier di tingkat pusat, Diapari telah meletakkan fondasi kuat sebagai Ketua Dewan Kehormatan PWI Jaya periode 2019–2024.
"Kami sangat kehilangan rekan kerja yang kritis dan berintegritas. Sebelum di Dewan Kehormatan PWI Pusat, beliau meletakkan fondasi kuat sebagai Ketua Dewan Kehormatan PWI Jaya periode 2019–2024. Perjalanan karier dan kepemimpinannya menjadi teladan bagi generasi penerus," ungkap Atal.
Semasa hidupnya, Diapari Sibatangkayu dikenal konsisten mengawal profesionalisme wartawan melalui penegakan Kode Etik Jurnalistik, baik di tingkat daerah maupun nasional. PWI Pusat mengajak seluruh anggota dan komunitas pers Indonesia untuk memanjatkan doa terbaik bagi almarhum, seraya mengenang pengabdiannya bagi dunia jurnalistik di Tanah Air.