LANGSA — Rektor Unsam, Prof. Dr. Ir. Hamdani, M.T., secara khusus mendorong mahasiswa untuk tidak hanya mengerjakan program pembangunan fisik di desa tujuan. Ia meminta agar para peserta KKN juga menghadirkan kegiatan edukatif yang mampu membangkitkan semangat belajar anak-anak di wilayah yang pernah dilanda bencana.
“Anak-anak di daerah terdampak bencana membutuhkan motivasi agar tetap memiliki harapan dan semangat untuk meraih masa depan. Mahasiswa diharapkan hadir memberikan pendampingan, menanamkan nilai-nilai positif, serta mengenalkan sains dan teknologi melalui kegiatan yang kreatif dan menyenangkan,” kata Hamdani saat melepas mahasiswa di Gedung Multiguna Unsam, belum lama ini.
Pendekatan Pemulihan Psikososial untuk Anak
Perhatian khusus terhadap pemulihan psikososial ini menjadi salah satu penekanan dalam KKN periode ini. Rektor menilai, anak-anak di daerah bencana membutuhkan lebih dari sekadar bantuan materi. Mereka perlu dibantu untuk memulihkan rasa percaya diri dan harapan akan masa depan melalui pendekatan yang kreatif.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unsam, Dr. Iswahyudi, S.P., M.Si., melaporkan bahwa 577 mahasiswa dari berbagai program studi akan diterjunkan sesuai kebutuhan masyarakat dan potensi masing-masing desa. Penempatan dirancang agar program kerja memberikan dampak nyata dalam pemberdayaan masyarakat, penguatan pendidikan, kesehatan, lingkungan, serta pengembangan potensi desa.
Ritual Adat Peusijuek Iringi Keberangkatan
Sebelum menuju lokasi pengabdian, para mahasiswa akan diserahterimakan secara simbolis kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Timur pada Senin, 13 Juli 2026, di Kantor Bupati Aceh Timur. Pembukaan KKN ditandai dengan penyematan tanda peserta oleh rektor kepada perwakilan mahasiswa.
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan peusijuek, tradisi adat Aceh yang sarat makna sebagai ungkapan doa, harapan, dan restu. Tradisi ini dilakukan agar seluruh peserta diberikan keselamatan, kelancaran, serta keberhasilan selama menjalankan pengabdian di desa.
Sinergi untuk Percepatan Pemulihan Berkelanjutan
Melalui KKN Periode II Tahun 2026, Unsam berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat. Kehadiran mahasiswa di 50 desa di enam kecamatan ini diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari proses pembelajaran akademik, tetapi juga menghadirkan inovasi dan memperkuat ketahanan sosial di wilayah pengabdian.