Pencarian

Penurunan Harga Minyak Dunia Dinilai Belum Cukup untuk Turunkan Harga BBM di Indonesia

Jumat, 10 Juli 2026 • 15:59:31 WIB
Penurunan Harga Minyak Dunia Dinilai Belum Cukup untuk Turunkan Harga BBM di Indonesia
Anggota DPR Eddy Soeparno menjelaskan penurunan harga BBM di Indonesia butuh waktu karena stok lama.

ACEH — Penurunan harga minyak dunia yang terjadi belakangan ini mendorong dorongan agar pemerintah segera menyesuaikan harga BBM di dalam negeri. Namun, Anggota Komisi XII DPR RI, Eddy Soeparno, menjelaskan bahwa proses tersebut membutuhkan waktu.

“Nanti akan ada penyesuaian terhadap harga minyak mentah, dan terhadap produk turunannya seperti BBM pasti akan ada pengaruh. Hanya sekarang mungkin masih belum bisa dilakukan penurunannya karena kita masih menjual BBM yang dibeli dengan harga yang mahal,” ujar Eddy dalam keterangan yang dikutip dari laman resmi DPR RI pada Jumat (10/07/2026).

Mekanisme Penyesuaian Harga BBM: Tunggu Stok Lama Habis

Menurut Eddy, mekanisme penurunan harga BBM tidak bisa terjadi secara instan. Pemerintah saat ini masih mendistribusikan BBM yang berasal dari stok minyak mentah yang dibeli ketika harga global masih tinggi. Harga BBM baru berpotensi turun setelah stok tersebut habis dan digantikan dengan pasokan baru yang harganya lebih murah.

“Ketika stok itu sudah habis dan diganti dengan pembelian baru yang harganya lebih murah, otomatis nanti akan ada penyesuaian,” tegasnya.

Pernyataan ini disampaikan Eddy dalam rapat dengar pendapat dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Ia mendorong agar pemerintah segera menyesuaikan harga BBM begitu pasokan dengan harga lebih rendah sudah tersedia.

“Kami sudah sampaikan dalam rapat dengar pendapat dengan Kementerian ESDM bahwa segera setelah pemerintah mendapatkan harga yang lebih murah dan sudah bisa menjual kepada masyarakat dengan harga yang lebih murah, tentu harus disesuaikan harga BBM-nya,” tambah Eddy.

Momentum Penurunan Harga untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Selain mendorong penyesuaian harga BBM, Eddy melihat penurunan harga minyak dunia sebagai momentum strategis. Ia mendorong pemerintah untuk mempercepat pengembangan energi terbarukan dan meningkatkan pemanfaatan bioenergi.

Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak. Menurut Eddy, peningkatan penggunaan biodiesel dan campuran etanol dalam BBM harus diimbangi dengan penguatan produksi bahan baku dan industri pengolahannya di dalam negeri.

Tekanan dari OPEC+ Picu Penurunan Harga Minyak Global

Isu penurunan harga minyak dunia dipicu oleh keputusan negara-negara anggota OPEC+ yang meningkatkan produksi minyak. Kondisi ini menekan harga minyak global dan membuka peluang bagi pemerintah untuk menyesuaikan harga BBM di kemudian hari.

Di sisi lain, momentum ini dinilai tepat untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Pengembangan energi terbarukan dan bioenergi menjadi fokus utama agar ketergantungan terhadap energi fosil dapat terus dikurangi. Penyesuaian harga BBM sendiri diperkirakan baru akan terjadi ketika pasokan minyak mentah dengan harga lebih rendah mulai masuk ke dalam sistem distribusi nasional.

Bagikan
Sumber: listrikindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks