Pencarian

Pascabanjir di Aceh Utara, Warga Pilih Merantau ke Luar Daerah hingga ke Luar Negeri, Pemkab Minta Bantuan Pusat Segera Turun

Minggu, 12 Juli 2026 • 14:09:31 WIB
Pascabanjir di Aceh Utara, Warga Pilih Merantau ke Luar Daerah hingga ke Luar Negeri, Pemkab Minta Bantuan Pusat Segera Turun
Warga Gampong Rumoh Rayeuk mulai merantau pascabanjir besar di Aceh Utara.

LHOKSUKON — Gelombang perantauan mulai terjadi di Gampong Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, pascabanjir besar yang melanda wilayah itu. Pemerintah setempat menilai langkah warga yang memilih meninggalkan kampung halaman merupakan cerminan bahwa kehidupan ekonomi para penyintas belum pulih total.

“Fenomena ini menunjukkan bahwa kehidupan penyintas banjir masih belum sepenuhnya pulih. Proses pemulihan ekonomi belum berjalan signifikan sehingga sebagian warga memilih merantau ke luar daerah bahkan ke luar negeri demi memenuhi kebutuhan keluarganya,” ujar Muntasir, Minggu (12/6/2026).

Bukan Hanya Rumah yang Hancur, Sektor Produktif Ikut Lumpuh

Dampak bencana tidak hanya merusak permukiman. Sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, hingga UMKM ikut terpukul. Ribuan hektare kebun rusak, puluhan ribu ternak mati, sementara lahan sawah dan tambak masih tertutup material lumpur.

Bantuan revitalisasi dari Kementerian Pertanian yang sebelumnya dijanjikan belum juga terealisasi. Jaringan irigasi yang menjadi urat nadi pertanian warga pun masih dalam proses perbaikan, sehingga belum bisa dimanfaatkan secara optimal untuk memulai kembali aktivitas bercocok tanam.

Data 696 Gampong Sudah Siap, Bantuan Pusat Masih Tertahan

Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil (Ayah Wa) terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Sejumlah bantuan yang diusulkan meliputi Jaminan Hidup (Jadup), Dana Tunggu Hunian (DTH), bantuan isian hunian, stimulan pemulihan ekonomi, serta bantuan perbaikan rumah.

BPBD Aceh Utara mengklaim proses pendataan, verifikasi, dan validasi By Name By Address (BNBA) terhadap penyintas banjir telah rampung. Sebanyak 696 gampong di 25 kecamatan terdampak dari total 852 gampong dan 27 kecamatan di Kabupaten Aceh Utara sudah tercatat.

“Pemerintah Kabupaten Aceh Utara berharap Pemerintah Pusat dapat mempercepat realisasi bantuan yang telah diusulkan. Kepastian penyaluran bantuan tersebut sangat dibutuhkan agar masyarakat terdampak dapat kembali membangun kehidupan, memulihkan mata pencaharian, serta mempercepat pemulihan ekonomi pascabencana,” tutup Muntasir.

Bagikan
Sumber: dialeksis.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks