BIREUEN — Laga pembuka Piala Soeratin U-17 Regional Aceh menyajikan pertandingan sengit antara tuan rumah Juang FC melawan PS Muda Setia Aceh Tamiang. Tim asuhan Mulya Saputra itu langsung tancap gas sejak menit awal dan berhasil unggul cepat melalui gol Muhammad Dita Rasya yang memakai nomor punggung 19. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, dominasi Juang FC semakin terlihat. Pemain nomor 9 sukses menggandakan kedudukan menjadi 2-0. Meski PS Muda Setia Aceh Tamiang beberapa kali menekan pertahanan tuan rumah, mereka belum mampu menembus gawang Juang FC yang dikawal Yasirul Afkar. Gol penutup diciptakan oleh Azizul Zikri lewat tendangan keras dari jarak sekitar 20 meter di luar kotak penalti pada masa injury time. Wasit Radiansyah dari Aceh Jaya memimpin jalannya pertandingan.
14 Tim Berlaga dengan Sistem Setengah Kompetisi
Ketua Panitia Sardani, SPd melaporkan bahwa Piala Soeratin U-17 tahun 2026 diikuti oleh 14 tim. Selain Juang FC dan PS Muda Setia Aceh Tamiang, peserta lain adalah Persada, Persip Pasee, Persas Sabang, Lhokseumawe FC, Persilatama, PSAB Aceh Besar, Meulaboh Akademi, Young Warrior FC, Aceh Kutaraja FC, Persimura, Adam Depok FC, dan Tamiang United.
Kompetisi digelar dari 13 hingga 25 Juli 2026 dengan sistem setengah kompetisi yang dibagi ke dalam empat grup. Tiga grup berisi tiga tim dan satu grup berisi empat tim. Seluruh pertandingan akan digelar di dua lokasi, yakni Lapangan RTH Cot Gapu dan Lapangan Galacticos.
Bupati Bireuen: Junjung Tinggi Sportivitas dan Fair Play
Bupati Bireuen Ir H Mukhlis, ST yang diwakili Asisten III Zamzami, SPd.,MM berpesan kepada para pemain untuk menunjukkan kemampuan terbaik. “Tampilkan permainan yang indah, kerja sama tim yang solid, dan paling utama junjung tinggi sportivitas dan fair play. Kemenangan memang menjadi tujuan. Namun kehormatan dan persaudaraan di atas lapangan jauh lebih berharga,” ujarnya.
Ia juga menitipkan pesan kepada wasit dan perangkat pertandingan agar memimpin laga secara adil, objektif, dan tegas demi menjaga mutu kompetisi. Hal senada disampaikan Ketua Askab PSSI Bireuen, Saifuddin Muhammad atau Ayah Fud. Ia berharap event ini berjalan aman dan lancar hingga selesai. “Kalian adalah masa depan sepak bola Aceh, jadi mulai hari ini tampilkan pola permainan yang telah didapatkan dari pelatih. Ini kesempatan dan peluang untuk menjadi pemain tingkat nasional ke depan,” kata Ayah Fud yang juga menjabat Wakil Ketua DPR Aceh.
PSSI Aceh Soroti Minimnya Stadion Standar di Bireuen
Di sela pembukaan, Ketua PSSI Aceh Nasir Adam menyoroti ironi yang terjadi di Bireuen. Menurutnya, banyak pemain sepak bola asal Bireuen yang kini memperkuat berbagai klub di Aceh, namun daerah tersebut belum memiliki stadion berskala nasional. “Ini sebenarnya sangat aneh, pemain banyak lahir dari Bireuen, sementara lapangan tidak ada,” tuturnya.
Nasir Adam menjelaskan bahwa lapangan yang ada saat ini masih bisa digunakan untuk Piala Soeratin U-17 dan festival sepak bola usia dini. Namun, untuk menggelar liga empat, liga tiga, atau liga dua, Bireuen belum mampu menjadi tuan rumah. Ia berharap ke depan ada stadion representatif yang bisa dibangun. “Informasi stadion Paya Kareung sudah ada DED. Kami dari PSSI Aceh secara organisasi akan mensupport stadion di Bireuen bisa terwujud dalam periode Bupati Ir H Mukhlis, ST,” pungkasnya.