ACEH — Pertemuan Inggris kontra Argentina di semifinal Piala Dunia 2026 bukan sekadar laga biasa. Bagi Leandro Paredes, ini adalah puncak dari mimpi yang sudah lama ia pelihara sejak kecil.
"Saya selalu bermimpi untuk bermain di Piala Dunia dengan mengenakan jersey ini dan menghadapi Inggris," ujar pemain berusia 32 tahun itu kepada La Nacion. "Tentu saja akan sangat sulit, tetapi ini adalah pertandingan yang selalu saya impikan."
Duel Penuh Sejarah dan Rivalitas Panas
Pertandingan di Atlanta Stadium nanti akan menjadi pertemuan keenam kedua tim di ajang Piala Dunia. Rivalitas mereka sudah terbangun sejak 1962 dan kian memanas karena faktor politik, termasuk Konflik Malvinas yang masih membekas di ingatan publik Argentina.
Tak hanya di lapangan, rivalitas ini juga terasa di luar stadion. Usai mengalahkan Swiss 3-1 di perempatfinal, skuad Argentina merayakan kemenangan dengan menyanyikan chant bernada provokatif berjudul La Cuarta Estrella (Bintang Keempat) di ruang ganti. Liriknya berbunyi, "Untuk Malvinas, buat Diego [Maradona]. Demi trofi terakhir Leo [Messi]."
Para suporter Tim Tango di tribun pun tak ketinggalan melontarkan olok-olok kepada Inggris. Situasi ini menambah tensi jelang laga yang sudah diprediksi berjalan sengit.
Jalan Menuju Semifinal
Argentina melaju ke semifinal setelah menyingkirkan Swiss dengan skor 3-1. Sementara itu, Inggris memastikan tempatnya usai menaklukkan Norwegia 2-1 di babak perempatfinal. Kedua tim datang dengan modal kemenangan dan kepercayaan diri tinggi.
Bagi Argentina, laga ini juga menjadi misi spesial. Mereka ingin membawa pulang trofi keempat kalinya, sekaligus menjadi juara bertahan setelah sukses di edisi 2022. Messi, yang kemungkinan besar menjalani Piala Dunia terakhirnya, menjadi pusat harapan.
Paredes: Beban Sejarah di Pundak Tim Tango
Paredes menyadari pertandingan ini memiliki bobot emosional yang besar. "Ini bukan sekadar semifinal. Ada sejarah panjang di belakang kami," katanya.
Ia menambahkan, tekanan justru menjadi motivasi. "Kami tahu apa arti laga ini bagi rakyat Argentina. Kami akan berjuang maksimal."
Duel Inggris vs Argentina di Atlanta Stadium diprediksi berlangsung ketat. Bukan hanya soal tiket ke final, tapi juga gengsi dan kebanggaan dua negara yang memiliki hubungan rumit selama puluhan tahun.