BANDA ACEH — Empat pelajar asal Aceh resmi diberangkatkan untuk menempuh pendidikan di Sichuan Vocational College of Chemical Technology, Provinsi Sichuan, Tiongkok. Keberangkatan mereka dilepas langsung oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh, Marthunis, di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar, Minggu (19/7/2026).
Keempat penerima beasiswa tersebut adalah Enver Maula Aufasyah Putra (SMAN 3 Banda Aceh), Maxalmina Mughayatsyah (MAS Jeumala Amal Lueng Putu, Pidie Jaya), serta Muhammad Izyan Azhar dan Muhammad Badawi Fadillah (SMKN 2 Banda Aceh). Mereka akan menempuh pendidikan di Sichuan Vocational College of Chemical Technology.
Pelatihan Bahasa Mandarin Tiga Bulan di Morowali
Sebelum memulai perkuliahan di Tiongkok, keempat siswa akan mengikuti program pelatihan intensif bahasa Mandarin selama tiga bulan di site Morowali, Sulawesi Tengah. Pelatihan ini menjadi bagian dari persiapan akademik agar para mahasiswa lebih siap mengikuti proses pembelajaran ketika tiba di Tiongkok.
Setelah menyelesaikan pelatihan bahasa, pada September 2026 mendatang mereka akan melanjutkan perjalanan ke Provinsi Sichuan untuk memulai pendidikan di Sichuan Vocational College of Chemical Technology.
Kepala BPSDM: Bukti Putra Aceh Mampu Bersaing di Level Global
Dalam sambutan pelepasan, Marthunis menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih keempat pelajar tersebut. Menurutnya, keberhasilan memperoleh beasiswa ke luar negeri merupakan kebanggaan bagi Aceh sekaligus menjadi bukti bahwa putra-putri daerah memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat internasional.
"Kesempatan belajar di luar negeri merupakan peluang yang sangat berharga. Gunakan waktu ini untuk meningkatkan kompetensi, membangun karakter, dan memperluas wawasan. Kami berharap kalian dapat kembali membawa ilmu, pengalaman, dan semangat baru untuk kemajuan Aceh," ujar Marthunis.
Dampak bagi Pendidikan Aceh: SDM Lebih Kompetitif
Marthunis berharap para penerima beasiswa dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya, menjaga nama baik Aceh dan Indonesia selama berada di luar negeri, serta menimba ilmu dan pengalaman yang nantinya dapat diterapkan untuk mendukung pembangunan daerah.
Program beasiswa ini diharapkan menjadi motivasi bagi pelajar Aceh lainnya untuk terus meningkatkan prestasi akademik, kemampuan bahasa asing, dan keterampilan yang dibutuhkan di era global. Dengan semakin banyak generasi muda yang berhasil menembus perguruan tinggi internasional, Aceh diyakini akan memiliki sumber daya manusia yang semakin kompetitif di masa depan.
Keberangkatan empat pelajar tersebut menjadi salah satu kabar membanggakan bagi dunia pendidikan Aceh. Diharapkan, pengalaman yang mereka peroleh selama menempuh pendidikan di Tiongkok dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah ketika kembali ke tanah air.