Pencarian

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Lantik Mawardi Nur sebagai Kepala BPMA Aceh, Gantikan Nasri Djalal

Rabu, 05 Agustus 2026 • 18:44:01 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Lantik Mawardi Nur sebagai Kepala BPMA Aceh, Gantikan Nasri Djalal
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melantik Mawardi Nur sebagai Kepala BPMA Aceh di Banda Aceh, Rabu.

BANDA ACEH — Mawardi Nur mengucapkan rasa syukur dan berjanji menjalankan amanah barunya sebagai Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) dengan penuh integritas. "Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan," kata Mawardi dalam keterangannya yang diterima di Banda Aceh, Rabu.

Pelantikan ini menjadi titik balik bagi BPMA, mengingat Mawardi datang dari latar belakang perusahaan daerah, bukan birokrasi migas. Di bawah kepemimpinannya di PEMA, ia berhasil melakukan transformasi tata kelola dan diversifikasi usaha ke berbagai sektor, mulai dari perdagangan kopi Aceh, pabrik baja ringan, hingga pembangunan infrastruktur telekomunikasi dan perikanan.

Prioritas Pertama: Kejar Target Lifting dan Efisiensi Biaya

Langkah pertama yang ia canangkan adalah meningkatkan lifting migas dan memastikan efisiensi biaya berjalan ketat. Targetnya jelas: mengoptimalkan penerimaan negara dan daerah dari sektor hulu migas yang selama ini menjadi salah satu penopang utama ekonomi Aceh.

Menggarap Sumur Tua Sesuai Aturan Baru

Mawardi juga berkomitmen mempercepat pengembangan ekosistem sumur tua dan sumur migas masyarakat. Langkah ini mengacu pada Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2025 yang diharapkan menjadi tambahan produksi migas Aceh dalam waktu dekat.

"Amanah ini akan saya jalankan dengan penuh integritas dan tanggung jawab. Saya siap membangun sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan sektor hulu migas demi kemajuan Aceh," ujarnya.

Dorong Kontraktor Lokal dan Serapan Tenaga Kerja Aceh

Fokus berikutnya menyasar keterlibatan pengusaha dan tenaga kerja asal Aceh. Mawardi ingin memperluas partisipasi kontraktor lokal serta SDM Aceh dalam seluruh aktivitas hulu migas, tidak hanya sebagai penonton di daerah sendiri.

"Kami ingin memastikan industri migas tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Aceh melalui investasi, pemberdayaan pelaku usaha lokal, dan peningkatan kualitas SDM," demikian Mawardi.

Langkah ini dinilai krusial mengingat BPMA selama ini bersinggungan langsung dengan perusahaan besar seperti Medco E&P yang tengah mengoptimalkan sumur-sumur di Wilayah Kerja (WK) A untuk menambah produksi gas Aceh. Kehadiran Mawardi diharapkan mampu menjembatani kepentingan industri dengan kebutuhan ekonomi masyarakat lokal.

Follow redaksiaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: aceh.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks