ACEH — Gempa yang berpusat di Laut Flores tidak hanya merusak bangunan, tetapi juga mengganggu rantai distribusi energi darat. Menyadari risiko tersebut, Pertamina Patra Niaga langsung mengaktifkan skema pengalihan pasokan atau alih supply agar stok BBM di masyarakat tidak kosong.
Belasan Mobil Tangki Dikerahkan dari Bima
Sebanyak 14 unit mobil tangki diberangkatkan dari Bima menuju Flores. Pengiriman ini merupakan bagian dari upaya percepatan normalisasi setelah jalur distribusi utama sempat terkendala akibat gempa.
“Kami memastikan pasokan energi tetap tersalurkan. Mobil tangki tambahan ini akan memperkuat stok di lembaga penyalur, terutama SPBU yang melayani kebutuhan masyarakat,” ujar Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Nusa Tenggara, dalam keterangan resminya, Selasa (15/4).
Prioritas pada SPBU yang Menjadi Andalan Warga
Pendistribusian difokuskan pada SPBU yang berada di jalur utama dan memiliki tingkat konsumsi tinggi. Pertamina juga memprioritaskan pasokan untuk kendaraan logistik, ambulans, serta armada distribusi kebutuhan pokok yang beroperasi selama masa tanggap darurat.
Selain pengiriman dari Bima, Pertamina Patra Niasa Tenggara juga menyiagakan stok di terminal BBM terdekat sebagai cadangan. Hal ini dilakukan agar jika terjadi kenaikan permintaan mendadak, pasokan tetap bisa dipenuhi tanpa menunggu kiriman berikutnya.
Dampak Gempa pada Infrastruktur Energi
Gempa berkekuatan signifikan yang melanda Flores sempat memicu kekhawatiran terganggunya pasokan BBM di beberapa titik. Sejumlah SPBU terpantau mengalami antrean lebih panjang dari biasanya karena warga melakukan pembelian dalam jumlah lebih besar sebagai antisipasi.
Pertamina memastikan harga BBM tetap sesuai dengan harga resmi yang ditetapkan pemerintah. Tidak ada perubahan tarif, baik untuk jenis BBM umum maupun yang disubsidi seperti Solar dan Pertalite.
Komitmen Pemulihan Energi di NTT
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam mendukung pemulihan pascabencana di NTT. Perusahaan pelat merah itu berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat dan pemerintah kabupaten untuk memetakan wilayah yang paling membutuhkan prioritas pengiriman.
Dengan tambahan pasokan dari Bima, diharapkan distribusi BBM di Flores kembali normal dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat diimbau tetap membeli BBM secara wajar agar pasokan merata dan tidak terjadi penimbunan.
Pertamina Patra Niaga juga membuka kanal pengaduan bagi masyarakat yang menemukan kendala penyaluran di SPBU. Laporan tersebut akan ditindaklanjuti dengan cepat oleh tim lapangan yang sudah disiagakan di titik-titik rawan.