Pencarian

Warga Keudah Tenggelam di Krueng Aceh, Tim SAR Gabungan Temukan Jasad dalam 20 Menit

Sabtu, 05 September 2026 • 14:46:01 WIB
Warga Keudah Tenggelam di Krueng Aceh, Tim SAR Gabungan Temukan Jasad dalam 20 Menit
Tim SAR gabungan mengevakuasi jasad Muhammad Yanis (24) dari Krueng Aceh, Banda Aceh, Jumat petang.

BANDA ACEH — Peristiwa tenggelam di aliran sungai kembali memakan korban jiwa di ibu kota Provinsi Aceh. Muhammad Yanis (24), warga Keudah, dilaporkan tewas setelah berenang bersama rekannya di Krueng Aceh, kawasan Gampong Peulanggahan, Kecamatan Kutaraja, pada Jumat petang.

Korban diketahui terseret arus sekitar pukul 17.30 WIB. Laporan kejadian baru diterima Basarnas Banda Aceh setengah jam kemudian, tepatnya pukul 18.00 WIB, dari seorang warga yang menyaksikan insiden tersebut.

Penyelaman Kedua Temukan Korban di Kedalaman 3 Meter

Tim rescue Basarnas Banda Aceh bergerak menuju lokasi pada pukul 18.15 WIB. Setibanya di titik kejadian, petugas langsung berkoordinasi dengan unsur terkait dan memulai pencarian dengan metode penyelaman di sekitar lokasi terakhir korban terlihat.

Korban akhirnya ditemukan pada penyelaman kedua, sekitar pukul 18.30 WIB. Artinya, proses pencarian hanya memakan waktu kurang lebih 20 menit sejak tim tiba di lokasi.

“Basarnas Banda Aceh menerima laporan kejadian tersebut dari seorang warga pada pukul 18.00 WIB,” kata Al Hussain dalam keterangannya, Jumat malam.

Evakuasi ke RSUDZA dan Penutupan Operasi SAR

Jenazah Muhammad Yanis dievakuasi tim gabungan menuju Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA), Banda Aceh, untuk proses lebih lanjut. Operasi SAR sendiri resmi ditutup pada pukul 19.45 WIB setelah seluruh personel ditarik kembali ke instansi masing-masing.

Kepala Basarnas Banda Aceh menambahkan, pencarian melibatkan puluhan personel dari berbagai unsur. Selain Basarnas, tim gabungan terdiri atas Polsek Kutaraja, Koramil Kutaraja, Pol Airud Polda Aceh, TNI AL, RAPI, BPBD Banda Aceh, serta masyarakat setempat yang turut membantu.

Arus Sungai Jadi Faktor Risiko Utama

Peristiwa ini menjadi pengingat kedua dalam beberapa pekan terakhir terkait bahaya berenang di aliran sungai perkotaan. Kondisi Krueng Aceh yang arusnya kerap deras, terutama saat debit air tinggi, membuat aktivitas mandi atau berenang menjadi berisiko tinggi.

Basarnas mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan mempertimbangkan faktor keselamatan sebelum beraktivitas di badan sungai. Memeriksa kondisi arus dan kedalaman dasar sungai menjadi langkah awal yang disarankan sebelum memutuskan untuk berenang.

Follow redaksiaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sagoetv.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks