ACEH — Jaringan pengisian cepat (fast charging) kendaraan listrik di Amerika Serikat kini melampaui 80.000 port, dengan tambahan 4.106 port baru sepanjang kuartal III 2026. Namun di balik ekspansi itu, tarif Tesla Supercharger naik paling tajam, mencapai 56,9 sen per kWh untuk non-anggota atau naik 15 persen dibanding tahun lalu. Kenaikan ini terjadi saat sebagian besar jaringan lain justru menahan harga.
Data dari platform pemantau infrastruktur pengisian daya, Paren, dalam laporan State of the US Fast EV Charging Industry kuartal III 2026 mencatat total port pengisian cepat di AS kini mencapai 80.964 unit yang tersebar di 14.614 lokasi. Angka itu menandai penambahan 4.106 port baru di 664 stasiun sepanjang Juli hingga September.
Meski jumlah total bertambah, laju pembangunannya melambat. Pada kuartal II, operator menambah 4.618 port. Secara tahunan, penambahan port turun sekitar 9 persen dan jumlah stasiun baru turun sekitar 20 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Stasiun Baru Makin Besar, Daya Makin Tinggi
Stasiun yang dibangun kini berkapasitas lebih besar. Rata-rata lokasi non-Tesla memiliki lima port, naik dari 4,1 port setahun sebelumnya. Lokasi yang hanya punya satu atau dua port menyusut menjadi kurang dari sepertiga dari total stasiun baru non-Tesla, turun dari sebelumnya hampir setengah.
Dari sisi daya, 73 persen port baru berkapasitas minimal 250 kilowatt (kW), naik dari 60 persen pada tahun lalu. Di luar jaringan Tesla, port berdaya 400 kW atau lebih menyumbang 35 persen dari penambahan, melonjak dari hanya 10 persen setahun sebelumnya.
Bagi pengemudi, stasiun yang lebih besar berarti peluang lebih tinggi mendapat konektor kosong saat tiba di lokasi.
IONNA dan Walmart Mengejar Tesla
Tesla masih memimpin penambahan port dengan 1.287 unit pada kuartal III, ditambah 124 port melalui program Supercharger for Business. Stasiun baru Tesla rata-rata memiliki 13,1 port, termasuk 11 lokasi berkapasitas minimal 24 stall. Yang terbesar adalah fasilitas 48 stall di Fort Lauderdale, Florida.
IONNA menempati posisi kedua dengan 378 port, lebih dari dua kali lipat penambahan kuartal II. Lonjakan itu sebagian besar berasal dari konversi lokasi pengisian Circle K, termasuk 44 stasiun sepanjang kuartal tersebut. Walmart menyusul di posisi ketiga dengan 344 port.
Paren mencatat satu detail penghitungan: pengisi daya pengganti dianggap infrastruktur baru ketika operator lain mengambil alih dan mengganti peralatannya.
Pemakaian Naik, Keandalan Stabil
Pengemudi makin memanfaatkan jaringan yang tumbuh. Paren melacak 50,4 juta sesi pengisian cepat pada kuartal III, naik 26 persen secara tahunan. Juli menjadi bulan dengan rekor 17,6 juta sesi.
Tingkat pemanfaatan nasional nyaris tidak bergerak, dari 15,8 persen pada kuartal II menjadi 15,9 persen. Angka ini mengukur proporsi waktu pemantauan sebuah port yang dipakai mengisi kendaraan, termasuk upaya yang gagal.
Rata-rata nasional itu menyembunyikan perbedaan besar. Port di 30 pasar pengisian terbesar mencatat pemanfaatan 21,1 persen, sementara di luar wilayah itu hanya 11 persen. Los Angeles memimpin dengan 31,8 persen, dua kali rata-rata nasional.
Skor keandalan nasional bertahan di 93,9. Indeks Paren memperhitungkan sesi berhasil, percobaan ulang, upaya gagal, dan waktu henti, jadi bukan sekadar persentase uptime charger. Lima puluh dari 52 negara bagian dan teritori yang dinilai mencetak skor minimal 90, naik dari 46 setahun sebelumnya. Hanya Oklahoma dan Vermont yang masih di bawah ambang itu.
Tarif Tesla Supercharger Naik Paling Tajam
Harga rata-rata pengisian cepat nasional pada kuartal III mencapai 54 sen per kWh, naik 2,7 persen secara tahunan. Paren menyebut kenaikan itu bersumber dari Tesla.
Tarif rata-rata Supercharger untuk non-anggota naik 15 persen sepanjang tahun menjadi 56,9 sen per kWh. Harga untuk anggota naik 9 persen menjadi 39,6 sen. Sementara rata-rata di jaringan non-Tesla bertahan di kisaran 53,3 sen per kWh untuk kuartal kelima berturut-turut.
Waktu pengisian juga memengaruhi biaya. Di stasiun dengan tarif berbasis waktu, rata-rata tarif jam sibuk mencapai 63,7 sen per kWh, sedangkan tarif luar jam sibuk bertahan di 43,8 sen. Selisihnya hampir 20 sen untuk jumlah listrik yang sama.
Charger Baru Masih Terpusat di Kota
Sebaran pembangunan menjadi catatan tersendiri. Pasar perkotaan menerima 90 persen stasiun baru kuartal III, sementara wilayah pedesaan hanya kebagian 68 dari 664 penambahan.
Stasiun yang lebih besar memang menguntungkan pengemudi di kota. Namun di luar wilayah perkotaan, kebutuhan akan tempat berhenti untuk mengisi daya masih belum terpenuhi.