Pencarian

Carl Pei Kritik Harga iPhone Duo: Terlalu Mahal, Fitur Tak Selengkap iPhone 18 Pro

Rabu, 14 Oktober 2026 • 14:38:01 WIB
Carl Pei Kritik Harga iPhone Duo: Terlalu Mahal, Fitur Tak Selengkap iPhone 18 Pro
Pendiri Nothing, Carl Pei, mengkritik harga iPhone Duo yang dinilai terlalu mahal.

ACEH — Pendiri Nothing, Carl Pei, menilai iPhone Duo sebagai pemborosan karena banderolnya disebut tak sepadan dengan fitur yang ditawarkan. Co-founder OnePlus itu membandingkan langsung harga iPhone Duo yang mulai 1.999 dolar AS di Amerika Serikat dengan iPhone 18 Pro yang dibanderol 1.199 dolar AS. Kritik ini mencuat saat Apple baru saja memperkenalkan perangkat lipat pertamanya.

Carl Pei bukan nama baru di industri gadget. Sebagai salah satu pendiri OnePlus dan kini memimpin Nothing, ia kerap melontarkan pandangan kritis terhadap produk yang baru dirilis. Kali ini sasarannya adalah iPhone Duo, perangkat lipat pertama Apple yang baru masuk pasar.

Dalam penilaiannya, harga yang dipatok Apple untuk iPhone Duo tidak sebanding dengan apa yang diterima konsumen. Ia menyoroti sejumlah fitur yang absen di perangkat tersebut, padahal harganya jauh lebih tinggi dibanding model iPhone lain.

Perbandingan Harga dengan iPhone 18 Pro

Argumen Carl bertumpu pada selisih harga yang cukup lebar. Di pasar Amerika Serikat, iPhone Duo dijual mulai 1.999 dolar AS, sementara iPhone 18 Pro dibanderol mulai 1.199 dolar AS.

Dengan harga lebih murah, iPhone 18 Pro justru menawarkan sejumlah fitur yang tidak dimiliki iPhone Duo. Carl menyebut perangkat lipat Apple itu tidak dilengkapi kamera telephoto dan Face ID. Beberapa kontrol kamera yang biasa ada di lini iPhone Pro juga tidak ditemukan di sana.

Kondisi ini, menurut Carl, membuat harga iPhone Duo sulit dibenarkan. Konsumen memang mendapat desain lipat yang berbeda, tetapi harus merogoh kocek lebih dalam untuk perangkat dengan fitur yang justru lebih terbatas.

Animasi Dipuji, tapi Tak Ubah Penilaian

Carl tidak sepenuhnya menolak iPhone Duo. Ia justru memuji animasi di perangkat tersebut. Menurutnya, Apple mampu memperhatikan detail kecil yang sering luput dari perhatian perusahaan lain.

Pujian itu berhenti di situ. Carl menegaskan animasi menarik saja tidak cukup untuk membenarkan banderol yang mendekati 2.000 dolar AS.

Ia lalu menyinggung pendekatan vibe coding, yakni cara membuat aplikasi atau fitur dengan bantuan AI lewat instruksi bahasa sehari-hari tanpa menulis kode secara manual. Menurut Carl, animasi serupa bisa dibuat untuk Samsung Galaxy Z Fold8 dengan pendekatan tersebut.

Dari situ ia mempertanyakan nilai jual iPhone Duo. Jika pengalaman visual serupa bisa dihadirkan di perangkat lain, animasi tidak bisa dijadikan alasan utama untuk membeli perangkat lipat Apple.

Posisi iPhone Duo di Pasar Foldable

Kritik Carl menyoroti persoalan yang lebih luas di segmen ponsel lipat. Perangkat jenis ini memang menawarkan bentuk baru, tetapi harga premiumnya sering kali tidak diikuti kelengkapan spesifikasi.

Apple memilih jalur berbeda dengan iPhone Duo. Alih-alih mengejar kelengkapan fitur seperti di lini Pro, perusahaan memprioritaskan faktor bentuk lipat sebagai daya tarik utama.

Pendekatan itu mendapat sorotan dari kalangan pengamat dan pelaku industri. Pertanyaannya kini apakah konsumen di pasar global, termasuk Indonesia, bersedia membayar lebih untuk desain lipat tanpa fitur sekelas iPhone 18 Pro.

Follow redaksiaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: gadget.jagatreview.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks