Pencarian

Donald Trump Tarik 5.000 Pasukan AS dari Jerman Tuai Kritik NATO

Minggu, 03 Mei 2026 • 12:40:16 WIB
Donald Trump Tarik 5.000 Pasukan AS dari Jerman Tuai Kritik NATO
Presiden Donald Trump mengumumkan penarikan 5.000 pasukan AS dari Jerman dalam satu tahun ke depan.

Presiden Donald Trump resmi memerintahkan penarikan 5.000 personel militer Amerika Serikat dari Jerman dalam satu tahun ke depan. Langkah ini memicu ketegangan diplomatik dengan sekutu NATO dan penolakan keras dari internal Partai Republik karena dinilai memperlemah pertahanan Eropa terhadap Rusia.

Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan rencana pengurangan kehadiran militer secara signifikan di Jerman mulai tahun depan. Langkah yang diumumkan pada Jumat waktu setempat ini mencakup penarikan sekitar 5.000 tentara, sebuah keputusan yang langsung memicu gelombang protes dari aliansi NATO maupun anggota Kongres di Washington.

Juru bicara NATO menyatakan bahwa aliansi pertahanan tersebut tengah mencari rincian lebih lanjut mengenai teknis penarikan pasukan ini. Washington dianggap perlu memberikan kejelasan karena pergeseran kekuatan ini menuntut Eropa untuk segera meningkatkan investasi pada sektor pertahanan mereka sendiri secara mandiri.

Meskipun ada ketidakpastian, NATO tetap menyatakan optimisme terhadap kemampuan aliansi dalam menjaga pertahanan kawasan. Namun, Perdana Menteri Polandia Donald Tusk memberikan peringatan yang lebih tajam pada Sabtu kemarin. Ia menyebut aliansi transatlantik kini berisiko hancur dan mendesak seluruh anggota untuk membalikkan "tren bencana" tersebut.

Tekanan Ekonomi Lewat Tarif Mobil 25 Persen

Keputusan penarikan pasukan ini bukan sekadar urusan militer, melainkan bagian dari meningkatnya rasa frustrasi Trump terhadap negara-negara Eropa. Trump menuduh para sekutunya mengabaikan permintaan bantuan AS dalam konflik dengan Iran. Ketegangan ini merembet ke sektor industri dan teknologi otomotif yang menjadi tulang punggung ekonomi Jerman.

Bersamaan dengan pengumuman militer tersebut, Trump juga menyatakan kenaikan tarif impor mobil dan truk dari Uni Eropa menjadi 25 persen. Kebijakan proteksionisme ini diprediksi akan menghantam keras produsen otomotif Jerman yang selama ini mengandalkan pasar Amerika Serikat untuk lini kendaraan premium dan teknologi kendaraan listrik mereka.

Kritik Tajam dari Internal Partai Republik

Langkah mengejutkan ini tidak hanya ditentang oleh pihak oposisi, tetapi juga memicu pemberontakan dari petinggi Partai Republik. Roger Wicker, Ketua Komite Angkatan Bersenjata Senat dari Mississippi, dan Mike Rogers, Kepala Angkatan Bersenjata DPR dari Alabama, merilis pernyataan bersama yang mengecam keputusan presiden mereka sendiri.

Menurut kedua legislator tersebut, pengurangan kehadiran militer di garis depan Eropa dilakukan pada waktu yang tidak tepat. Mereka menilai kapabilitas pertahanan kawasan belum sepenuhnya siap menghadapi ancaman eksternal yang dinamis.

"Mengurangi kehadiran pasukan Amerika di Eropa secara prematur sebelum kapabilitas tersebut terealisasi sepenuhnya berisiko merusak daya tangkal dan mengirimkan sinyal yang salah kepada Vladimir Putin," tegas Wicker dan Rogers dalam pernyataan resminya.

Dampak Geopolitik dan Sinyal untuk Rusia

Bagi para pengamat militer, Jerman merupakan hub logistik paling krusial bagi operasi AS di Eropa dan Timur Tengah. Pengurangan personel dalam jumlah besar dianggap bisa melemahkan posisi tawar Barat terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin. Hal ini menjadi perhatian utama mengingat eskalasi keamanan di perbatasan timur Eropa masih terus bergejolak.

NATO kini berada di persimpangan jalan untuk membuktikan bahwa mereka mampu tetap solid tanpa ketergantungan penuh pada kehadiran fisik tentara Amerika. Di sisi lain, tekanan ekonomi melalui tarif otomotif menunjukkan bahwa Trump menggunakan instrumen pertahanan sebagai alat negosiasi perdagangan global yang agresif.

Perkembangan ini menandai babak baru dalam hubungan diplomatik AS-Eropa yang kian tidak menentu. Fokus kini tertuju pada bagaimana Jerman dan negara-negara Uni Eropa lainnya merespons tekanan ganda di sektor keamanan dan ekonomi ini dalam beberapa bulan mendatang.

Bagikan
Sumber: scmp.com

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks