KARANG BARU — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Tamiang memastikan rehabilitasi infrastruktur sekolah pascabencana alam akhir tahun lalu menjadi prioritas utama pada 2026. Kerusakan meluas dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
254 Sekolah Dapat Anggaran, 36 Lainnya Masih Diupayakan
Pelaksana Tugas Kepala Disdikbud Aceh Tamiang, Sepriyanto, menyatakan pihaknya terus memacu pembangunan kembali sekolah-sekolah terdampak. “Saat ini kita terus memacu pembangunan sekolah terdampak bencana, mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini sampai dengan Sekolah Menengah Pertama,” ujarnya, Senin (11/5/2026).
Dari total 394 sekolah yang terdampak, sebanyak 254 unit telah memperoleh alokasi anggaran dari Kemendikdasmen. Sisanya, 36 unit, masih dalam proses pengajuan agar segera direvitalisasi.
“Kami terus berupaya agar sekolah yang belum mendapat alokasi anggaran untuk segera direvitalisasi oleh Kemendikdasmen agar seluruhnya dalam kondisi layak pakai kembali,” kata Sepriyanto.
Rincian Kerusakan: 78 Sekolah Rusak Berat, 269 Rusak Sedang
Data Disdikbud Aceh Tamiang mencatat tingkat kerusakan yang bervariasi. Sebanyak 47 unit sekolah mengalami rusak ringan, 269 unit rusak sedang, dan 78 unit lainnya masuk kategori rusak berat. Sementara itu, 65 sekolah di wilayah tersebut tidak terdampak sama sekali.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang berharap percepatan rehabilitasi ini dapat memulihkan sektor pendidikan sekaligus memastikan peserta didik kembali memperoleh lingkungan belajar yang aman dan layak.