ACEH — Chief Executive Officer Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, memberikan kepastian status hukum badan usaha tersebut saat ditemui di lingkungan Istana Negara, Jumat (22/5). "Minggu depan statusnya sudah berubah menjadi BUMN," ujar Rosan singkat. Saat ini, PT Danantara Sumberdaya Indonesia masih tercatat sebagai perusahaan swasta dan tengah menjalani transisi administrasi.
Kantor Pusat dan Struktur Modal DSI
Rosan memastikan pusat operasional DSI sudah siap di Wisma Danantara, Jakarta Selatan. Kantor fisik ini diharapkan mempercepat koordinasi pengelolaan arus ekspor komoditas nasional secara terintegrasi.
Berdasarkan data resmi Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum, modal dasar perusahaan tercatat Rp100 juta. Komposisi saham Seri A terdiri dari 399 lembar saham senilai total Rp99,75 juta, dan satu lembar saham Seri B senilai Rp250.000. Struktur ini menjadi landasan awal sebelum DSI mengambil peran lebih besar dalam skala ekonomi nasional.
Feronikel Wajib Ekspor Satu Pintu, Mineral Lain Menyusul
Kebijakan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kendali negara atas sumber daya alam. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan produk feronikel menjadi salah satu komoditas yang wajib diekspor melalui mekanisme satu pintu di bawah Danantara. Pihak Danantara saat ini tengah mematangkan skema kerja sama untuk berbagai jenis mineral lainnya secara bertahap, demi kelancaran masa transisi bagi pelaku usaha di sektor pertambangan dan energi.
Respons Investor dan Penunjukan Pimpinan
Kebijakan ini mendapat perhatian serius dari investor global. Pandu Sjahrir sempat menyampaikan kekhawatiran yang mungkin timbul di kalangan pemilik modal terkait perubahan aturan. Meski demikian, pemerintah meyakini kebijakan ini justru menciptakan kepastian hukum jangka panjang. Pengusaha di sektor hulu migas dan pertambangan terus menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah mengenai regulasi investasi terbaru.
Penunjukan Luke Thomas sebagai pimpinan PT Danantara Sumberdaya Indonesia juga menjadi sorotan. Rosan mengungkapkan alasan di balik pemilihan tokoh tersebut untuk mengawal misi besar pengelolaan ekspor komoditas nasional.
Dengan infrastruktur kantor yang siap dan status BUMN yang segera final, Danantara diposisikan sebagai motor penggerak ekonomi baru. Skema ini diharapkan memperkuat posisi tawar Indonesia di pasar komoditas internasional melalui pengawasan volume dan nilai ekspor yang lebih akurat dan transparan.