ACEH BESAR — Rombongan Pemerintah Aceh yang dipimpin Sekda M. Nasir tiba di rumah duka mantan Gubernur Aceh periode 2012–2017, dr Zaini Abdullah, pada Senin sore. Kehadiran mereka disambut oleh adik kandung almarhum, Hasbi Abdullah, serta istri dan keluarga besar yang tengah berduka.
Suasana haru menyelimuti prosesi takziah tersebut. Para pelayat, termasuk jajaran pejabat pemprov, memanjatkan doa bersama untuk almarhum sebagai penghormatan terakhir kepada tokoh yang pernah memimpin Aceh selama satu periode penuh.
Pesan Duka dari Pemerintah Aceh
Atas nama Pemerintah Aceh, M. Nasir menyampaikan belasungkawa mendalam. Ia mendoakan agar almarhum diterima amal ibadahnya dan ditempatkan di sisi terbaik Allah SWT.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhum dr Zaini Abdullah. Semoga Allah menerima seluruh amal ibadah beliau dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya,” ujar Nasir dalam sambutannya di rumah duka.
Sekda juga berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini.
Jejak Pengabdian Sang Mantan Gubernur
Menurut Nasir, almarhum Zaini Abdullah merupakan salah satu tokoh penting yang memberikan kontribusi besar bagi pembangunan Aceh, baik melalui pengabdian di bidang pemerintahan maupun pemikiran untuk kemajuan daerah.
“Almarhum telah mengabdikan pemikiran dan tenaganya untuk Aceh. Jasa dan dedikasinya akan selalu dikenang oleh masyarakat,” kata Nasir.
Zaini Abdullah dikenal sebagai dokter yang kemudian terjun ke dunia politik dan berhasil memenangkan kursi gubernur pada Pilkada Aceh 2012. Selama masa kepemimpinannya, ia fokus pada sektor kesehatan dan pembangunan infrastruktur dasar di berbagai kabupaten/kota.
Kunjungan Sekda dan para kepala SKPA ini menjadi salah satu bentuk penghormatan resmi Pemprov Aceh kepada mantan kepala daerah yang telah wafat. Pemerintah Aceh berencana memberikan penghargaan dan fasilitas pemakaman layak sesuai protokol bagi mantan gubernur.