ACEH — Pertandingan di Houston, Texas, Kamis (20/6) waktu setempat, berubah menjadi panggung nostalgia bagi CR7. Dua gol di babak pertama mengakhiri puasa golnya yang sudah berlangsung selama 10 pertandingan di turnamen besar. Pertahanan Uzbekistan yang rapuh menjadi lawan yang sempurna bagi Ronaldo untuk kembali menemukan sentuhan magisnya.
Dua Gol Babak Pertama dan Rekor Baru CR7
Gol pertama lahir dari kerja sama apik di sisi kanan. Umpan tarik João Cancelo disambut Ronaldo dengan setengah voli dari jarak enam yard. Gol kedua hadir dari skema tendangan bebas yang cerdik: Nuno Mendes yang mengambil eksekusi, bukan Ronaldo, dan bola meluncur mulus melewati kiper Abduvokhid Nematov.
"Saya bilang ke Nuno: 'Ayo kita tipu kiper, dia pasti kira saya yang tendang,'" ujar Ronaldo usai laga. Hasilnya, Portugal unggul 2-0 sebelum turun minum. Dua gol ini juga mengukuhkan Ronaldo sebagai pemain pertama dalam sejarah yang mampu mencetak gol di enam edisi Piala Dunia.
Gol Bunuh Diri dan Hattrick yang Gagal
Babak kedua menjadi milik Bruno Fernandes. Umpan terobosannya ke Ronaldo pada menit ke-56 berujung gol ketiga Portugal lewat penyelesaian datar ke sudut gawang. Fernandes kembali mencatatkan assist dari tendangan sudut yang mengenai pemain Uzbekistan, Abdukodir Khusanov, dan masuk ke gawang sendiri.
Ronaldo nyaris mencetak hattrick. Tembakannya membentur bek Uzbekistan, sundulannya digagalkan penyelamatan dramatis Khusanov, dan tendangan bebasnya—setelah kembali berpura-pura akan mengeksekusi—berhasil ditepis Nematov. Rafael Leão menutup pesta dengan tembakan keras di menit akhir.
Komentar Pelatih: Antara Genetik dan Kerja Keras
Pelatih Portugal, Roberto Martínez, tak bisa menyembunyikan kekagumannya. "Saya bertanya padanya, apakah ini genetik atau hasil kerja keras? Tidak ada yang lebih baik dalam menilai kariermu selain umur panjang di sepak bola," ujar Martínez yang memuji kebangkitan Ronaldo setelah kritik pekan lalu.
Martínez juga menyoroti peran pelatih set-piece Austin McPhee. "Set piece adalah obsesi Austin," katanya. Skema tendangan bebas yang mengecoh Uzbekistan adalah salah satu hasil latihan matang mereka.
Ujian Sesungguhnya di Perempat Final
Meski kemenangan telak ini melegakan, keraguan tetap ada. Pertahanan Uzbekistan yang lemah—setara dengan tim amatir—bisa jadi bukan tolok ukur sebenarnya. Pertanyaan besarnya: apakah Ronaldo bisa mengulang performa ini di perempat final? Lawan potensial seperti Argentina dan Lionel Messi sudah menanti.
"Saya kembali," teriak Ronaldo ke kamera setelah pertandingan. Tapi publik sepak bola masih menunggu apakah kebangkitan ini hanya fatamorgana melawan lawan lemah, atau pertanda nyata kembalinya sang megabintang.