Pencarian

TNI AD Rehabilitasi 190 Sekolah Rusak Akibat Bencana di Aceh, Target Rampung Tahun Ajaran 2026/2027

Rabu, 24 Juni 2026 • 11:33:31 WIB
TNI AD Rehabilitasi 190 Sekolah Rusak Akibat Bencana di Aceh, Target Rampung Tahun Ajaran 2026/2027
TNI AD bersama tenaga sipil merehabilitasi 190 sekolah terdampak bencana di Aceh hingga tahun ajaran 2026/2027.

JAKARTA — Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mempercepat pemulihan layanan pendidikan pascabencana di Provinsi Aceh. Proses revitalisasi, rehabilitasi, dan rekonstruksi sekolah dilakukan secara bertahap agar kegiatan belajar mengajar tidak terhenti total.

Anggaran Rp1,83 Miliar untuk SD Negeri Utue

SD Negeri Utue yang berdiri sejak 1984 menjadi salah satu prioritas. Bangunan sekolah ini mengalami kerusakan pada sejumlah ruang kelas, plafon, toilet, dan sistem drainase yang kerap menyebabkan genangan saat hujan.

Mendikdasmen Abdul Mu'ti menjelaskan, anggaran Rp1,83 miliar dialokasikan untuk merehabilitasi lima ruang kelas, tiga paket toilet, satu ruang administrasi, dan pembangunan satu ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Selain itu, anggaran juga mencakup pengadaan delapan paket perabot ruang kelas, satu paket perabot perpustakaan, dua paket perabot UKS, dan tiga paket penataan lingkungan.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Aceh, pemerintah kabupaten/kota, serta jajaran TNI AD yang telah bermitra dengan kami dalam proses revitalisasi, rehabilitasi, dan rekonstruksi sekolah-sekolah terdampak bencana,” ujar Mu'ti dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Rabu.

Swakelola Tipe II: TNI dan Tukang Sipil Bekerja Bersama

Komandan Pelaksana Rehabilitasi Letkol Inf Arino Vranta Sinurat mengungkapkan, pola pengerjaan proyek ini menggunakan skema swakelola tipe II. Skema ini menggabungkan tenaga profesional sipil dan personel TNI untuk memastikan pembangunan berjalan efektif dan tepat waktu.

“Kami melibatkan delapan tenaga tukang sipil dan tiga personel TNI yang bekerja bersama agar pembangunan berjalan efektif dan selesai sesuai target,” ujar Arino.

Menurutnya, di SD Negeri Utue pihaknya mengerjakan tujuh ruang kelas, dua ruang administrasi, kamar mandi, pengadaan mebel, serta penataan lingkungan sekolah. Proyek ini merupakan bagian dari program rehabilitasi 190 sekolah terdampak bencana di seluruh Aceh.

Kegiatan Belajar Tetap Berlangsung Selama Pembangunan

Kepala SD Negeri Utue Suwarni mengapresiasi pola pembangunan bertahap yang diterapkan. Ia bersyukur tidak perlu merelokasi siswa ke tempat lain karena ruang kelas yang masih layak tetap difungsikan untuk belajar.

“Alhamdulillah, kami tidak perlu merelokasi siswa ke tempat lain. Pekerjaan dilakukan bertahap, sehingga ruang yang masih layak dapat digunakan untuk belajar. Guru dan TNI juga bersama-sama memastikan keamanan siswa selama proses pembangunan,” ujarnya.

Bagi sekolah yang masih menunggu proses pembangunan atau relokasi, Kemendikdasmen telah menyediakan ruang kelas darurat yang lebih representatif. Langkah ini diambil agar kegiatan belajar mengajar tidak terganggu selama masa transisi.

Target Besar: Kembali ke Sekolah yang Aman dan Nyaman

Mendikdasmen Abdul Mu'ti berharap proses revitalisasi, rehabilitasi, dan rekonstruksi dapat diselesaikan secepatnya. Target utama pemerintah adalah mengembalikan ruang belajar yang aman dan nyaman bagi ribuan peserta didik pascabencana.

“Mudah-mudahan proses revitalisasi, rehabilitasi, dan rekonstruksi dapat diselesaikan secepatnya, sehingga anak-anak Aceh dapat kembali belajar secara optimal di sekolahnya,” katanya.

Kolaborasi antara Kemendikdasmen, pemerintah daerah, dan TNI AD ini diharapkan tidak hanya memulihkan bangunan fisik, tetapi juga mengembalikan semangat belajar anak-anak Aceh yang sempat terganggu akibat bencana hidrometeorologi.

Bagikan
Sumber: antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks