Pencarian

Pemerintah Pidie Jaya Bersama BI dan USK Panen Bawang Merah di Lahan Bekas Bencana Hidrometeorologi, Jadi Pilot Project Pemulihan Ekonomi

Selasa, 07 Juli 2026 • 18:35:01 WIB
Pemerintah Pidie Jaya Bersama BI dan USK Panen Bawang Merah di Lahan Bekas Bencana Hidrometeorologi, Jadi Pilot Project Pemulihan Ekonomi
Panen bawang merah di lahan bekas bencana hidrometeorologi Pidie Jaya sebagai pilot project pemulihan ekonomi.

PIDIE JAYA — Lahan pertanian yang sempat lumpuh akibat bencana hidrometeorologi di Pidie Jaya mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Pemerintah setempat bersama Bank Indonesia (BI) dan Universitas Syiah Kuala (USK) memanen bawang merah di areal bekas terdampak banjir bandang, Selasa (7/7/2026).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Aceh, Agus Chusaini, menegaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar mengejar target produksi. “Kita ingin menggerakkan kembali perekonomian masyarakat di daerah terdampak bencana. Jangan sampai setelah bencana aktivitas ekonomi berhenti. Potensi lahan yang masih bisa dimanfaatkan harus segera digerakkan,” ujarnya saat menyerahkan sarana dan prasarana serta panen bersama kelompok tani Jaya, Gampong Meunasah Tengeuh, Kecamatan Meurah Dua.

Lahan Terparah Jadi Percontohan

Kawasan yang mengalami kerusakan paling parah akibat banjir dipilih sebagai lokasi percontohan. Sekda Pidie Jaya, Dr. Munawar Ibrahim, menyebut program ini merupakan sinergi lintas lembaga untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas inflasi daerah. “Kalau hasilnya baik dalam program percontohan ini, nantinya akan kami perluas penanaman bawang merah serta komoditas palawija ke kawasan terdampak lainnya,” katanya.

Pendampingan dari Bank Indonesia dan beberapa profesor USK menjadi kunci dalam proses pembinaan petani. Model pemberdayaan ini dirancang agar dapat direplikasi di wilayah lain yang mengalami nasib serupa.

Energi Baru bagi Petani

Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Pidie Jaya, M. Nur, SP, M.Si, mengapresiasi dukungan BI yang menjadi energi baru bagi petani untuk kembali mengolah lahan. Menurutnya, kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci percepatan pemulihan sektor pertanian yang sempat terhenti akibat banjir bandang.

“Dengan lahan kembali produktif, ekonomi keluarga petani diharapkan bangkit, ketahanan pangan daerah semakin kuat, dan kesejahteraan masyarakat pedesaan dapat terus meningkat,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: acehnow.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks