Pencarian

Gubernur Aceh Mualem Ucapkan Terima Kasih ke Prabowo Usai Bendungan Keureuto dan Rukoh Diresmikan, Biaya Rp 4,6 Triliun

Sabtu, 11 Juli 2026 • 17:32:42 WIB
Gubernur Aceh Mualem Ucapkan Terima Kasih ke Prabowo Usai Bendungan Keureuto dan Rukoh Diresmikan, Biaya Rp 4,6 Triliun
Gubernur Aceh Mualem menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas peresmian Bendungan Keureuto dan Rukoh.

BANDA ACEH — Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), menyampaikan terima kasih langsung kepada Presiden Prabowo Subianto atas rampungnya dua bendungan yang sudah dinanti sejak bertahun-tahun lalu. Pernyataan itu disampaikan Mualem pada Sabtu (11/7/2026), sehari setelah peresmian nasional yang dipimpin Presiden dari Nusa Tenggara Barat.

“Berfungsinya dua bendungan itu, sangat bermanfaat bagi Aceh,” kata Mualem dalam keterangan yang diterima di Banda Aceh.

Total Biaya Proyek Capai Rp 4,6 Triliun, Dibangun Sejak 2015

Kedua bendungan ini masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Bendungan Keureuto mulai dikerjakan pada 2015 dengan nilai kontrak Rp 2,961 triliun. Sementara Bendungan Rukoh menyusul pada 2018 dengan anggaran Rp 1,7 triliun.

Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir Syamaun, mewakili Gubernur mengikuti prosesi peresmian secara virtual dari lokasi Bendungan Rukoh, Pidie. Ia didampingi Kepala Dinas Pengairan Aceh, Erwin Ferdiansyah, dan unsur Forkopimda setempat.

“Alhamdulillah sekarang sudah diresmikan Bapak Presiden Prabowo. Pemerintah Aceh menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum atas penyelesaian dua bendungan di Aceh,” ujar Nasir.

Bendungan Keureuto: Irigasi 14.695 Hektar dan Potensi PLTA 6,34 MW

Bendungan Keureuto yang berlokasi di Aceh Utara memiliki kapasitas tampung mencapai 215 juta meter kubik air. Bendungan ini dirancang untuk melayani irigasi seluas 14.695 hektare, menyediakan air baku 650 liter per detik, serta mengendalikan banjir di area seluas 627 hektare.

Tak hanya untuk pertanian, bendungan ini juga memiliki potensi pembangkit listrik. “Bahkan memiliki potensi pembangkit listrik PLTA 6,34 MW dan potensi PLTS terapung 179 MW sebagai energi baru terbarukan,” kata Nasir.

Bendungan Rukoh: Pasok Air Baku ke 20 Kecamatan di Pidie

Sementara Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie mampu menampung 128 juta meter kubik air. Infrastruktur ini melayani irigasi seluas 12.194 hektare di Daerah Irigasi Baro Raya dan menyediakan air baku 900 liter per detik yang menjangkau 20 kecamatan.

Bendungan Rukoh juga berfungsi mengendalikan banjir seluas 51 hektare serta memiliki potensi PLTMH 1,22 MW dan PLTS terapung 137 MW. Sekda Nasir menambahkan optimalisasi kedua bendungan itu akan mendukung program swasembada pangan nasional.

“Sebanyak 384 ton per tahun untuk ketahanan air bagi masyarakat dan kawasan industri, pengembangan energi hijau, dan pengurangan risiko banjir,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: beritarakyataceh.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks