BANDA ACEH — Kebakaran hutan dan lahan yang menghanguskan areal seluas 28 hektare di Desa Seuneubok Pusaka, Aceh Selatan, akhirnya berhasil dipadamkan total. Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto mengonfirmasi bahwa operasi pemadaman berlangsung selama 10 hari kerja hingga titik api benar-benar hilang.
Lahan Gambut di Kawasan HGU dan Konservasi Ikut Terbakar
Lahan yang terbakar merupakan kawasan gambut dengan fungsi hak guna usaha (HGU) dan kawasan konservasi. Vegetasi di lokasi terdiri dari anakan kayu, semak belukar, tanaman pakis, hingga kelapa sawit. Kebakaran pertama kali dilaporkan pada Senin (6/7) dengan luas awal sekitar 20 hektare, lalu meluas menjadi 28 hektare.
Sumber Air Sempat Jadi Kendala Saat Pemadaman
Tim Manggala Agni Daops Sumatera I/Sibolangit yang diterjunkan ke lokasi sempat menghadapi kendala sumber air. Titik api yang terus menjauh membuat kanal yang ada mengering. Rencana pembuatan embung penampungan air menggunakan alat berat pun disiapkan untuk mengantisipasi kondisi darurat.
“Kebakaran sudah mulai menyisakan asap. Titik kebakaran merupakan daerah pulau-pulau api. Tim terus memadamkan titik api hingga tuntas,” kata Ferdian Krisnanto.
Personel Didemobilisasi ke Nagan Raya
Setelah dinyatakan padam total, tim Manggala Agni melaksanakan pergantian tugas. Personel baru yang tiba di lokasi akan melanjutkan pemadaman karhutla di Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh. Operasi pemadaman di Aceh Selatan melibatkan personel Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh serta karyawan perusahaan perkebunan setempat.