Dalam audiensi tersebut, Walikota Subulussalam membeberkan kondisi sumber daya manusia di daerahnya yang masih timpang. Ia menyebut Kota Subulussalam yang resmi berdiri pada 2007 itu baru melahirkan beberapa orang lulusan doktor (S3).
“Kami nyatakan tanpa malu-malu kepada Pak Prof selaku Rektor USK bahwa belum ada dari Kota Subulussalam yang memiliki gelar Profesor,” ujar H. Muhammad Rasyid Bancin dalam keterangan yang diterima media.
Ia menambahkan bahwa pihaknya sangat berharap ada peluang khusus dari USK agar anak-anak Subulussalam bisa berkembang. Jika perlu, jalur beasiswa KIP dan program afirmasi lain bisa lebih diperhatikan untuk mahasiswa dari daerah tersebut.
Dokter Spesialis Minim, Satu Kecamatan Hanya Andalkan Dokter Umum
Persoalan lain yang diangkat dalam pertemuan itu adalah krisis tenaga kesehatan. Rasyid Bancin mencontohkan Kecamatan Sultan Daulat yang masih sangat kekurangan dokter, apalagi dokter spesialis.
Anggota DPRK Subulussalam Dewita Karya yang turut hadir langsung menyampaikan kondisi dapilnya. Ia menegaskan minimnya tenaga medis spesialis menjadi keluhan utama masyarakat di wilayah pemilihannya.
Jarak 700 Km Jadi Kendala Akses Pendidikan dan Kesehatan
Dalam kesempatan itu, Walikota juga menyoroti jarak tempuh antara Subulussalam dan Banda Aceh yang mencapai 700 kilometer atau sekitar 12 jam perjalanan darat. Kondisi geografis ini disebut menjadi salah satu penghambat utama peningkatan SDM.
“Jika memang perlu, kami siap menyiapkan anak-anak kami untuk bisa masuk di jalur prestasi maupun jalur ketidakmampuan dari kalangan masyarakat,” ujar Rasyid Bancin. Ia berjanji pemerintah kota dan DPRK akan terus memperjuangkan akses pendidikan bagi warganya.
Rektor USK Sambut Baik, Siap Tindak Lanjuti
Rektor USK Prof. Mirza Tabrani menyambut positif kedatangan rombongan Pemkot Subulussalam. Ia berterima kasih atas informasi yang disampaikan terkait kondisi pendidikan dan kesehatan di kota tersebut.
“Kami siap menindaklanjuti pertemuan ini ke depannya,” kata Prof. Mirza.
Hadir dalam pertemuan tersebut, Kepala BPKD Alimsyah, PLT Kepala Bappeda Kota Subulussalam Fitri Afriana, serta perwakilan Himpunan Masyarakat Kota Subulussalam (Himsa) Banda Aceh, Baginda dan Syafriadi.