BANDA ACEH — Baitul Mal Kota Banda Aceh tidak bergerak sendiri. Lembaga pengelola zakat itu menggandeng Kemenag Aceh, Baitul Mal Aceh Besar, dan Baitul Mal Aceh Tamiang dalam satu program kolektif. Targetnya: meningkatkan kesejahteraan keluarga lewat penguatan sektor usaha mikro.
Siapa yang Akan Mendapatkan Bantuan?
Program ini dirancang spesifik. Sasaran utamanya adalah warga yang sudah memiliki usaha, bukan mereka yang baru ingin memulai. “Bantuan yang diberikan dapat menjadi tambahan modal untuk mengembangkan usaha yang sudah berjalan,” ujar Ketua Baitul Mal Kota Banda Aceh, Dr. M. Yusuf AlQardhawy, MH.
Tahap awal, program menyasar sejumlah penerima terbatas. Namun, pihaknya berharap cakupan bisa diperluas pada tahun berikutnya agar lebih banyak pelaku UMKM kebagian manfaat. Sebelum bantuan cair, verifikasi data calon penerima akan dilakukan untuk memastikan tepat sasaran.
Peran Strategis Penyuluh Agama di KUA
Kepala Kantor Kemenag Aceh, Dr. H. Azhari, M.Si, menekankan bahwa kerja sama ini diharapkan menjadi percontohan bagi daerah lain. Para penyuluh agama di KUA tidak hanya menjadi jembatan informasi, tetapi juga bertugas mendampingi penerima program. “Para penyuluh agama di Kantor Urusan Agama (KUA) akan berperan dalam pendampingan sekaligus memastikan program berjalan tepat sasaran,” pungkasnya.
Setiap kecamatan ditargetkan menjangkau kepala keluarga pelaku usaha mikro pra sejahtera. Dengan pendampingan intensif, diharapkan usaha yang dijalankan bisa berkembang secara berkelanjutan.
Bukan Sekadar Bantuan Modal
Kepala Sekretariat Baitul Mal Kota Banda Aceh, Irwan, SE, M.Si, Ak, menyebut langkah ini sebagai strategi jangka panjang. Selain penyaluran bantuan modal, program ini juga mencakup pembinaan dan pendampingan bagi para penerima. “Kolaborasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk menghadirkan program serupa,” katanya.
Penandatanganan PKS turut dihadiri sejumlah pejabat di lingkungan Kantor Kemenag Aceh dan jajaran Baitul Mal. Kedua lembaga optimistis sinergi ini akan memberikan manfaat luas bagi masyarakat Aceh.