Pencarian

Persija Kalahkan Persib 2-1 di GBK, Rivalitas Klasik Naik Kelas

Minggu, 13 September 2026 • 22:04:01 WIB
Persija Kalahkan Persib 2-1 di GBK, Rivalitas Klasik Naik Kelas
Alexander Jeremejeff membuka keunggulan Persija atas Persib pada babak pertama.

ACEH — Kemenangan ini lahir dari pertarungan taktik dua pelatih yang berbeda ideologi. Shin Tae Yong menurunkan Persija dengan pendekatan disiplin dan penguasaan ruang, sementara Igor Tolic membawa Persib bermain sabar membangun serangan dari lini tengah.

Fabio Calonego dan Stjepan Loncar Kunci Lini Tengah Macan Kemayoran

Persija mengunci lini-lini berbahaya Persib, terutama pergerakan Thom Haye. Fabio Calonego dan Stjepan Loncar bermain solid di sektor tengah.

Mobilitas Rizky Ridho sebagai fake defender menambah kekuatan Persija dalam transisi. Adam Alis, yang biasanya menjadi motor serangan Persib, kehilangan sentuhan magisnya di babak pertama.

Gol Alexander Jeremejeff Buka Keunggulan Tuan Rumah

Ketika Persib mulai kelelahan dan kehilangan fokus, Persija memanfaatkan celah. Alexander Jeremejeff membuka keunggulan lewat assist Denis Kollinger, yang tiba-tiba bergerak melebar ke posisi winger.

Gol itu menjadi penutup babak pertama yang membuat GBK bergemuruh.

Luka Menalo dan Balsa Sekulic Ubah Arah Pertandingan

Memasuki babak kedua, Igor Tolic belum menemukan formula untuk menembus pertahanan Persija. Ia kemudian menarik Thom Haye dan Mariano Peralta.

Adam Alis digeser aktif ke sayap kanan, sementara Luka Menalo masuk sebagai kartu as. Perubahan itu memberi Persib opsi serangan baru.

Ditariknya Rizky Ridho karena memberi isyarat ada gangguan turut berdampak. Sistem pertahanan Persija goyah, dan Persib menyamakan kedudukan lewat sepakan Balsa Sekulic.

Ivan Mamut Pecahkan Kebuntuan di Menit 90+5

Pertandingan yang tampak akan berakhir imbang 1-1 berubah di injury time. Ivan Mamut mencetak gol pada menit ke-90+5.

GBK bergemuruh. Stadion meletup, erupsi. Persija menang 2-1.

Tiga Kartu Kuning, Nol Keributan: Wajah Baru Derbi Indonesia

Yang menarik dari laga ini bukan hanya gol kemenangan Persija. Tidak ada drama klasik khas Derbi Indonesia berupa keributan antarpemain di tengah lapangan.

Wasit asal Jepang, Yudai Yamamoto, hanya mengeluarkan tiga kartu kuning. Dua untuk pemain Persija dan satu untuk pemain Persib. Ketiganya murni professional foul, bukan akibat provokasi atau emosi berlebih.

Yang tersaji adalah adu teknik, fisik, psikologi, mentalitas, dan strategi. Drama sepak bola yang estetik. Suporter meneror lawan, baik yang bermain maupun cadangan, dan para pemain membalas dengan gairah sama tinggi.

Ini laga klasik versi modern. Rivalitas yang naik level.

Follow redaksiaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks