BIREUEN — Kepastian pembangunan kembali jembatan-jembatan yang rusak itu disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bireuen, Fadhli, Kamis (28/11/2024). Ia menyebut proses pemulihan dilakukan secara bertahap dan berjenjang sesuai kewenangan masing-masing instansi, mulai dari pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten.
Jembatan Ulee Jalan-Suak Jadi Prioritas, Masuk Tahap Perencanaan
Salah satu infrastruktur yang menjadi perhatian adalah Jembatan Ulee Jalan-Suak di Kecamatan Peusangan. Jembatan rangka baja ini merupakan satu-satunya jembatan di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Aceh yang runtuh saat bencana.
"Saat ini jembatan tersebut sedang proses penyusunan Detail Engineering Design (DED) dan setelah penyusunan DED selesai, akan dilakukan perencanaan anggaran oleh pihak Provinsi Aceh," kata Fadhli.
Prinsip Rekonstruksi: Lebih Baik dan Tahan Bencana
Fadhli menjelaskan, perencanaan pembangunan jembatan dan infrastruktur terdampak lainnya telah masuk dalam Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Renduk PRRP). Pemerintah mengusung prinsip pembangunan kembali yang lebih baik, lebih aman, dan berkelanjutan.
"Agar wilayah terdampak memiliki ketangguhan yang lebih tinggi terhadap potensi risiko bencana di masa depan," ujarnya.
13 Jembatan Runtuh, Tiga Kewenangan Berbeda
Juru Bicara Pemkab Bireuen, Muhajir Juli, merinci 13 jembatan yang runtuh. Untuk jembatan rangka baja, satu unit di bawah kewenangan provinsi, yaitu Jembatan Peusangan Selatan (Ulee Jalan-Suak). Dua jembatan rangka baja lainnya menjadi kewenangan pusat, yakni Jembatan Teupin Mane di Kecamatan Juli dan Jembatan Krueng Tingkeum di Kecamatan Kutablang.
Adapun tujuh jembatan rangka baja lainnya merupakan kewenangan Kabupaten Bireuen, tersebar di Kecamatan Jeumpa, Peusangan Siblah Krueng, Peusangan, dan Kutablang. Sementara itu, lima jembatan gantung yang ambruk seluruhnya berada di Kecamatan Juli.
Akses Ekonomi Warga Jadi Prioritas Pemulihan
Fadhli menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Aceh untuk memastikan seluruh fasilitas yang rusak segera pulih. "Akses jembatan tersebut tentu sangat membantu masyarakat dan menjadi jalur ekonomi bagi warga sekitar," katanya.
Pemerintah daerah berkomitmen membangun kembali seluruh daerah terdampak secara berjenjang sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Proses pemulihan ini diharapkan dapat mengembalikan konektivitas dan aktivitas ekonomi warga yang sempat terputus akibat bencana.