Pencarian

Qaisal Ridha Wakili Aceh ke Final Kaligrafi Digital Putra MTQ Nasional di Semarang, Raih Nilai 94,25

Rabu, 16 September 2026 • 22:43:01 WIB
Qaisal Ridha Wakili Aceh ke Final Kaligrafi Digital Putra MTQ Nasional di Semarang, Raih Nilai 94,25
Qaisal Ridha tampil di Auditorium Imam Barjo UNDIP pada cabang Kaligrafi Digital Putra MTQ Nasional XXXI.

SEMARANG — Qaisal Ridha tampil di Auditorium Imam Barjo Universitas Diponegoro (UNDIP), arena yang memusatkan seluruh golongan Seni Kaligrafi Al-Qur'an pada MTQ Nasional XXXI. Cabang ini terdiri atas golongan Naskah, Hiasan Mushaf, Dekorasi, Kontemporer, dan Kaligrafi Digital. Pelaksanaan musabaqah berlangsung pada 13-19 September 2026 di 12 arena yang tersebar di Kota Semarang.

Papan Atas Klasemen: Selisih Nilai Hanya 0,92 Poin

Posisi pertama klasemen ditempati Defri Dwi Saputra dari Kalimantan Timur dengan nilai 95,17. Peringkat kedua diraih Ari Saputra Ramadhani dari Sumatera Barat yang mengumpulkan nilai 94,58. Qaisal berada di urutan ketiga dengan 94,25.

Selisih nilai antara peringkat pertama dan ketiga hanya 0,92 poin. Rapatnya jarak antarpeserta membuat babak final Kaligrafi Digital Putra berpotensi berlangsung ketat.

Qaisal: Hasil Ini Jadi Motivasi untuk Tampil Lebih Baik

Qaisal menyampaikan rasa syukur atas capaiannya menembus tiga besar. Menurutnya, hasil tersebut menjadi dorongan untuk meningkatkan kualitas penampilan pada babak penentuan.

"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa berada di posisi ketiga dan melaju ke babak final. Hasil ini menjadi motivasi bagi saya untuk tampil lebih baik lagi. Mohon doa dari seluruh masyarakat Aceh agar pada babak final nanti saya bisa memberikan hasil terbaik dan membawa nama Aceh semakin harum di tingkat nasional," ujar Qaisal.

Dorong Pembinaan Kaligrafi Sampai ke Kabupaten dan Kota

Qaisal berharap momentum MTQ Nasional mendorong pembinaan seni kaligrafi Al-Qur'an yang lebih serius dan berkelanjutan di Aceh. Pembinaan itu, menurutnya, perlu mencakup seluruh golongan kaligrafi, mulai dari Naskah, Hiasan Mushaf, Dekorasi, Kontemporer hingga Kaligrafi Digital.

"Ke depan saya berharap ada upaya yang lebih serius untuk menghadirkan pelatihan dan pembinaan seluruh cabang kaligrafi di Aceh, mulai dari Naskah, Hiasan Mushaf, Dekorasi, Kontemporer hingga Digital. Pembinaan ini idealnya tidak hanya dilakukan di tingkat provinsi, tetapi juga dikembangkan sampai ke setiap kabupaten dan kota," kata Qaisal.

Menurut Qaisal, Aceh memiliki potensi besar melahirkan generasi baru kaligrafer. Potensi itu perlu didukung wadah pelatihan yang terarah, pelatih kompeten, serta proses pembinaan yang rutin.

"Potensi anak-anak muda Aceh sangat besar. Kalau pembinaannya dilakukan secara rutin dan merata, saya yakin akan lahir lebih banyak kaligrafer Aceh yang mampu bersaing dan berprestasi di tingkat nasional, bahkan internasional," lanjutnya.

Kaligrafi Digital Dinilai Jadi Peluang Baru Generasi Muda

Qaisal menilai kehadiran Kaligrafi Digital membuka peluang baru dalam pengembangan seni Al-Qur'an, khususnya bagi generasi muda yang dekat dengan teknologi.

"Kaligrafi Digital bukan hanya berbicara tentang seni, tetapi juga bagaimana generasi muda mampu memanfaatkan teknologi untuk menghadirkan nilai-nilai Al-Qur'an melalui karya yang kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman. Namun pembinaan cabang lainnya juga harus terus berjalan agar regenerasi kaligrafer Aceh tetap terjaga," tambah Qaisal.

Pelatih: Perjuangan Belum Selesai

Pelatih Qaisal, Ustaz Zulfikar, menyebut capaian tersebut sebagai buah dari proses latihan dan persiapan yang telah dijalani. Meski berada di posisi tiga besar, ia menegaskan perjuangan belum selesai karena masih ada babak final yang harus dihadapi.

"Alhamdulillah, hasil sementara ini patut kita syukuri. Qaisal sudah berusaha maksimal dan mampu bersaing dengan peserta terbaik dari berbagai provinsi. Namun perjuangan belum selesai. Kami akan melakukan evaluasi dan mempersiapkan babak final sebaik mungkin," ujar Ustaz Zulfikar.

Ia berharap Qaisal menjaga konsentrasi dan ketenangan saat tampil di babak final. Dengan begitu, seluruh kemampuan terbaiknya bisa keluar.

"Bagi kami, lolos ke final bukan hanya soal mengejar juara, tetapi bagaimana Qaisal mampu menunjukkan karya terbaiknya dan membawa nama Aceh dengan penuh tanggung jawab. Insyaallah, kami akan berjuang sampai akhir," tutup Ustaz Zulfikar.

Keberhasilan Qaisal menembus final Kaligrafi Digital Putra menjadi salah satu capaian kafilah Aceh pada MTQ Nasional XXXI Tahun 2026. Dukungan dan doa masyarakat Aceh diharapkan menambah semangat Qaisal pada babak final untuk membawa pulang prestasi bagi Tanah Rencong.

Follow redaksiaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: dialeksis.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks